REMBANG, Harianmuria.com – Menjelang gelaran Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yakni Rembang dan Pati menyuarakan semangat perubahan menyeluruh di internal partai. Melalui konsolidasi politik bersama, kedua DPC mendorong revolusi sistem partai, perombakan pola pikir elite, hingga penguatan integritas politik.
Konsolidasi ini dipimpin oleh Wakil DPW PPP Jawa Tengah, Abdul Aziz, yang menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari kekecewaan atas stagnasi elite partai di tingkat DPP.
“Kami ingin Muktamar benar-benar menjadi wadah untuk menuntaskan masalah partai. Sudah 20 tahun PPP mengalami penurunan suara,” tegas Abdul Aziz, Senin, 8 September 2025.
Menurutnya, suara DPC harus menjadi bahan evaluasi penting karena mewakili aspirasi akar rumput. DPC Rembang dan Pati, lanjutnya, selama ini menjadi contoh pengelolaan partai yang sehat dan produktif, karena perolehan suara mereka terus meningkat di setiap pemilu.
Usulan Sistem Baru dan Lembaga Reformasi Internal
Dari Rembang, tokoh muda PPP Gus Idror menggagas pembentukan sistem pemilihan baru dalam Muktamar, termasuk rencana pendirian lembaga internal baru bernama Masjid Saqla, yang digadang menjadi wadah regenerasi kader dan sirkulasi elite partai secara berkala.
Gerakan ini kemudian dikonsolidasikan di bawah payung Aliansi DPC untuk Perbaikan dan Kebaikan Partai (APIC), yang mengusung tema utama: “Sistem Sirkulasi Elite Partai”.
PPP Harus Bangkit dari Akar Rumput
M. Ali Wafa, anggota DPRD Jawa Tengah dari PPP, menegaskan bahwa soliditas partai bukan hanya harus dibangun dari atas, melainkan berakar kuat dari bawah.
“Soliditas dibangun dari akar rumput. Ketua umum yang akan datang harus lebih inovatif, kuat, dan energik. Kita butuh pemimpin yang bisa membangun PPP untuk kembali ke Senayan,” tegas Wafa.
Ia juga mengungkapkan bahwa sudah muncul beberapa nama kandidat ketua umum PPP yang potensial, namun masih dalam tahap penjaringan internal dan belum dapat diumumkan ke publik.
Revolusi PPP Dimulai dari Rembang dan Pati
Gerakan “Revolusi PPP” yang dikumandangkan dari Rembang dan Pati ini diharapkan menjadi energi baru bagi partai berlambang Ka’bah, sekaligus menjadi ujian penting dalam Muktamar mendatang untuk menakar keseriusan partai dalam melakukan perbaikan internal.
Abdul Aziz menambahkan bahwa dorongan perubahan ini telah dikawal selama sebulan terakhir, dan akan terus disosialisasikan ke DPC-DPC lain agar menjadi gerakan nasional.
“Mudah-mudahan suara dari Rembang dan Pati ini bisa mendorong cabang lain untuk ikut bersuara. Bahkan syukur-syukur bisa mengungkit kesadaran elite di tingkat pusat,” tandasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











