BLORA, Harianmuria.com – Karya sastra legendaris Pramoedya Ananta Toer kembali dihidupkan lewat pertunjukan panggung. Malam ini, Sabtu (9/8/2025) pukul 19.00 WIB, Perkumpulan Seni Nusantara Baca (PSNB) akan menggelar pertunjukan dramatik bertajuk ‘Perburuan Pramoedya dari Blora ke Jakarta’ di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora.
Pertunjukan ini mengangkat novel legendaris Perburuan yang terbit pada tahun 1949. Novel tersebut mengisahkan perjuangan rakyat Blora pada masa akhir penjajahan Jepang hingga awal kemerdekaan Indonesia.
PSNB menyajikan karya sastra ini melalui panggung kolaboratif yang memadukan pembacaan dramatik, tari kontemporer, musik gesek dan piano, seni rupa, serta elemen dokumentasi sejarah.
Hidupkan Semangat Perjuangan dan Kebangsaan
Ketua PSNB sekaligus produser pertunjukan, Engelina Prihaksiwi, menjelaskan bahwa pertunjukan ini tidak hanya bertujuan menghadirkan estetika seni, tetapi juga menggugah kesadaran sejarah dan semangat kebangsaan yang relevan hingga kini.
“Melalui seni, kami ingin membangkitkan nilai perjuangan, kemanusiaan, dan kebebasan yang ada dalam karya Pramoedya,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Seni dan Generasi
Pertunjukan Perburuan merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin seni dan generasi. Para seniman dari Blora hingga Jakarta bergabung untuk menciptakan pengalaman panggung yang hidup dan bermakna.
Versi awal pertunjukan ini pernah disajikan di Yogyakarta pada Oktober 2023 dengan respons positif dari publik. Kini, pertunjukan dramatik digelar di Blora dan akan berlanjut ke Jakarta pada 23-24 Agustus 2025 di Teater Salihara.
Selain pertunjukan, PSNB mengadakan program pendamping seperti diskusi publik, lokakarya, serta pemutaran arsip sejarah untuk memperdalam pengalaman audiens. Tujuannya adalah mendorong refleksi dan pembelajaran mengenai sejarah perjuangan bangsa melalui seni.

Tantangan Adaptasi Sastra ke Panggung
Penulis naskah dan sutradara pertunjukan, Landung Simatupang, mengungkapkan tantangan utama adalah mengadaptasi novel klasik menjadi pertunjukan yang tetap setia pada pesan asli namun bisa dinikmati oleh penonton masa kini.
“Menjembatani narasi kuat Perburuan dengan ekspresi panggung yang dinamis adalah tantangan sekaligus peluang besar,” katanya.
Pertunjukan ‘Perburuan Pramoedya dari Blora ke Jakarta’ ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Dana Abadi Kebudayaan. Karya sastra besar Indonesia ini terus hidup dan relevan berkat sentuhan seni yang kreatif dan kontekstual.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki











