BLORA, Harianmuria.com – Warga di Kabupaten Blora antusias menyerbu program penjualan beras murah seharga Rp11.500 per kilogram, yang digelar di Mapolres Blora. Program ini merupakan hasil sinergi antara Polres Blora dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan, program ini bagian dari dukungan terhadap program nasional stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Untuk itu, pihaknya menginstruksikan seluruh 16 Polsek di Blora agar aktif terlibat dalam kegiatan serupa.
“Total ada 3 ton beras yang disiapkan dengan harga Rp57.500 per karung (5 kg) atau setara Rp11.500/kg. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran,” jelas AKBP Wawan, Kamis, 7 Agustus 2025.
Wujud Sinergi Jaga Ketahanan Pangan Daerah
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Bulog, serta Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkompimcam). Tujuannya untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Ini bentuk nyata sinergi Polri dan Pemkab Blora untuk menjaga daya beli masyarakat. Kami ingin membantu warga mendapatkan beras dengan harga wajar,” tambahnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin karena kegiatan ini bertujuan menstabilkan harga beras di pasaran.
Warga Terbantu Program Beras Murah
Program beras murah ini disambut hangat oleh warga Blora. Salah satunya Ita, warga Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, yang merasa sangat terbantu.
“Harga beras di pasar naik turun terus. Dengan adanya program ini, kami bisa belanja beras murah untuk kebutuhan rumah tangga. Sangat membantu,” ungkap Ita.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











