• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Petani Pekalongan Merugi Parah, Gagal Panen karena Tikus dan Biaya Irigasi Selangit

Basuki by Basuki
10 Juli 2025
in News, Pekalongan
68 3
Hama tikus dan biaya irigasi mahal picu gagal panen di Pekalongan.

Seorang petani di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan melihat tanaman padinya yang gagal panen karena hama tikus. (Lingkar Network/Harianmuria.com)

543
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Para petani di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengalami kerugian besar akibat gagal panen pada musim tanam ke-2 tahun 2025. Serangan hama tikus yang masif, serta tingginya biaya irigasi selama musim kemarau, menjadi penyebab utama kerugian yang dikeluhkan para petani.

Sawah Dibabat Habis karena Hama Tikus

Casmudi, salah satu petani setempat, menyampaikan bahwa ia terpaksa membabat habis tanaman padinya di lahan seluas 4 hingga 5 hektare. Hal ini dilakukan karena serangan hama tikus sudah tak terkendali sejak beberapa bulan terakhir.

“Sudah tidak sanggup lagi. Tikusnya makin banyak, padahal sudah kami coba kendalikan. Akhirnya sawah saya babat habis karena tidak mungkin dilanjutkan,” ungkapnya, Kamis, 10 Juli 2025.

Biaya Irigasi Melonjak Saat Musim Kemarau

Selain gangguan hama, Casmudi juga mengeluhkan biaya irigasi yang melonjak tinggi saat kemarau. Meski pemerintah memberikan bantuan mesin pompa air, biaya operasional tetap menjadi beban.

“Sekali menyalakan pompa bisa habis Rp100 ribu per jam. Itu belum termasuk upah orang yang menjaga aliran air ke sawah. Kalau tidak dijaga, bisa rebutan dengan petani lain,” jelasnya.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani. Mereka berharap pemerintah, khususnya dinas pertanian, segera turun tangan dengan solusi konkret seperti pengendalian hama dan subsidi irigasi.

“Kami butuh perhatian. Jangan sampai petani terus-menerus rugi dan akhirnya meninggalkan sawahnya,” tambah Casmudi.

Irigasi Rusak, Distribusi Air Tak Merata

Penyuluh Pertanian BPP Bojong, Tsani Ahmad, mengungkapkan bahwa Kecamatan Bojong merupakan wilayah penyangga lumbung padi Kabupaten Pekalongan. Namun, hingga kini belum sepenuhnya menikmati sistem irigasi yang memadai. Saluran irigasi dari Daerah Irigasi (DI) Padurekso Sudikampir belum mampu mengairi seluruh hamparan sawah seluas ±1.500 hektare.

“Banyak saluran irigasi bocor atau rusak. Lokasi sawah yang berada di ujung atau disebut ‘upat-upat’ juga membuat distribusi air makin sulit,” jelas Tsani.

Pemerintah sudah memberikan bantuan seperti hibah kegiatan Irpom (Irigasi Permukaan) dan Irpip (Irigasi Perpipaan) untuk Desa Randumuktiwaren, termasuk bantuan pompa besar dari program Brigade Alsintan. Namun, Tsani menegaskan bahwa pengelolaan irigasi merupakan tanggung jawab kelompok tani (poktan).

“Pembagian air dan pengelolaan iuran operasional menjadi tanggung jawab bersama poktan. Tiap desa punya sistem kesepakatan masing-masing,” ujarnya.

Hama Tikus Menyerang Hampir Semua Desa

Serangan hama tikus pada musim tanam kedua (MT-2) tahun ini meluas di hampir seluruh desa di Kecamatan Bojong. Upaya pengendalian telah dilakukan bersama petani dengan bantuan racun umpan klerat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Namun, keterbatasan stok menyebabkan tidak semua lahan dapat dilayani.

“Gerakan pengendalian hama (gerdal) perlu dukungan mandiri dari desa dan poktan. Petani jangan hanya menunggu bantuan,” tegas Tsani.

Ia juga menyoroti menurunnya semangat gotong royong antarpetani. Banyak kelompok tani kini pasif dan kurang terlibat dalam gerakan pengendalian hama secara kolektif.

“Permasalahan seperti ini tidak bisa ditangani satu-dua pihak saja. Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta agar pertanian tetap berjalan dan petani sejahtera,” pungkasnya.

(LINGKAR NETWORK – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Pekalonganbiaya irigasi mahaldesa randumuktiwarengagal panen pekalonganhama tikusInfo Pekalonganmusim kemaraupetani rugipompa air pertanian
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Pelaku Usaha Blora Wajib Siap Bersaing! e-Katalog Pengadaan Dibuka Secara Nasional

Next Post

Proyek Tol di Kudus Ditunda hingga 2028, Pemkab Upayakan Exit Tol

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Sebanyak 22 dapur SPPG di Kota Pekalongan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai standar Badan Gizi Nasional untuk menjamin keamanan pangan.

Penuhi Standar BGN, 22 Dapur SPPG Kota Pekalongan Kantongi SLHS

by Basuki
8 Januari 2026
561

Sebanyak 22 dapur SPPG di Kota Pekalongan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai standar BGN untuk menjamin keamanan pangan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau penanganan tanggul jebol di Pabean, pastikan pengungsi mulai ditangani.

Wali Kota Pekalongan Pastikan Penanganan Tanggul Jebol Berjalan, Pengungsi Mulai Ditangani

by Basuki
8 Januari 2026
538

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid meninjau penanganan tanggul jebol di Pabean. Pemkot bergerak cepat bersama warga, pengungsi mulai ditangani.

Tanggul Kali Bremi di Pabean Pekalongan jebol sepanjang 35 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan 300 KK terdampak.

Tanggul Kali Bremi Jebol 35 Meter, Ratusan Rumah di Pabean Pekalongan Terendam Banjir

by Basuki
7 Januari 2026
569

Tanggul Kali Bremi di Pabean Pekalongan jebol sepanjang 35 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan 300 KK terdampak.

Stok darah golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis di awal 2026, warga diajak segera donor darah demi menjaga ketersediaan transfusi.

Stok Darah A dan AB Menipis di Awal 2026, PMI Kota Pekalongan Ajak Warga Segera Donor

by Basuki
6 Januari 2026
588

Stok darah golongan A dan AB di PMI Kota Pekalongan menipis di awal 2026. PMI mengajak warga segera donor darah demi menjaga ketersediaan transfusi.

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
516
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
729
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
533

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Pati Dukung Langkah Pemkab Fasilitasi Penyerapan Hasil Ternak Lokal

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kegigihan Nio Wujudkan Impiannya Sedari Balita Menjadi Kenyataan

Kegigihan Nio Wujudkan Impiannya Sedari Balita Menjadi Kenyataan

25 Maret 2025
677
Soto Kerbau Empuk dan Gurih ala Bu Djatmi, Ikon Kuliner Legendaris Kudus

Soto Kerbau Empuk dan Gurih ala Bu Djatmi, Ikon Kuliner Legendaris Kudus

23 Juni 2025
629

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya