• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Petani Pekalongan Merugi Parah, Gagal Panen karena Tikus dan Biaya Irigasi Selangit

Basuki by Basuki
10 Juli 2025
in News, Pekalongan
69 3
Hama tikus dan biaya irigasi mahal picu gagal panen di Pekalongan.

Seorang petani di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan melihat tanaman padinya yang gagal panen karena hama tikus. (Lingkar Network/Harianmuria.com)

552
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Para petani di Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengalami kerugian besar akibat gagal panen pada musim tanam ke-2 tahun 2025. Serangan hama tikus yang masif, serta tingginya biaya irigasi selama musim kemarau, menjadi penyebab utama kerugian yang dikeluhkan para petani.

Sawah Dibabat Habis karena Hama Tikus

Casmudi, salah satu petani setempat, menyampaikan bahwa ia terpaksa membabat habis tanaman padinya di lahan seluas 4 hingga 5 hektare. Hal ini dilakukan karena serangan hama tikus sudah tak terkendali sejak beberapa bulan terakhir.

“Sudah tidak sanggup lagi. Tikusnya makin banyak, padahal sudah kami coba kendalikan. Akhirnya sawah saya babat habis karena tidak mungkin dilanjutkan,” ungkapnya, Kamis, 10 Juli 2025.

Biaya Irigasi Melonjak Saat Musim Kemarau

Selain gangguan hama, Casmudi juga mengeluhkan biaya irigasi yang melonjak tinggi saat kemarau. Meski pemerintah memberikan bantuan mesin pompa air, biaya operasional tetap menjadi beban.

“Sekali menyalakan pompa bisa habis Rp100 ribu per jam. Itu belum termasuk upah orang yang menjaga aliran air ke sawah. Kalau tidak dijaga, bisa rebutan dengan petani lain,” jelasnya.

Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani. Mereka berharap pemerintah, khususnya dinas pertanian, segera turun tangan dengan solusi konkret seperti pengendalian hama dan subsidi irigasi.

“Kami butuh perhatian. Jangan sampai petani terus-menerus rugi dan akhirnya meninggalkan sawahnya,” tambah Casmudi.

Irigasi Rusak, Distribusi Air Tak Merata

Penyuluh Pertanian BPP Bojong, Tsani Ahmad, mengungkapkan bahwa Kecamatan Bojong merupakan wilayah penyangga lumbung padi Kabupaten Pekalongan. Namun, hingga kini belum sepenuhnya menikmati sistem irigasi yang memadai. Saluran irigasi dari Daerah Irigasi (DI) Padurekso Sudikampir belum mampu mengairi seluruh hamparan sawah seluas ±1.500 hektare.

“Banyak saluran irigasi bocor atau rusak. Lokasi sawah yang berada di ujung atau disebut ‘upat-upat’ juga membuat distribusi air makin sulit,” jelas Tsani.

Pemerintah sudah memberikan bantuan seperti hibah kegiatan Irpom (Irigasi Permukaan) dan Irpip (Irigasi Perpipaan) untuk Desa Randumuktiwaren, termasuk bantuan pompa besar dari program Brigade Alsintan. Namun, Tsani menegaskan bahwa pengelolaan irigasi merupakan tanggung jawab kelompok tani (poktan).

“Pembagian air dan pengelolaan iuran operasional menjadi tanggung jawab bersama poktan. Tiap desa punya sistem kesepakatan masing-masing,” ujarnya.

Hama Tikus Menyerang Hampir Semua Desa

Serangan hama tikus pada musim tanam kedua (MT-2) tahun ini meluas di hampir seluruh desa di Kecamatan Bojong. Upaya pengendalian telah dilakukan bersama petani dengan bantuan racun umpan klerat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Namun, keterbatasan stok menyebabkan tidak semua lahan dapat dilayani.

“Gerakan pengendalian hama (gerdal) perlu dukungan mandiri dari desa dan poktan. Petani jangan hanya menunggu bantuan,” tegas Tsani.

Ia juga menyoroti menurunnya semangat gotong royong antarpetani. Banyak kelompok tani kini pasif dan kurang terlibat dalam gerakan pengendalian hama secara kolektif.

“Permasalahan seperti ini tidak bisa ditangani satu-dua pihak saja. Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta agar pertanian tetap berjalan dan petani sejahtera,” pungkasnya.

(LINGKAR NETWORK – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Pekalonganbiaya irigasi mahaldesa randumuktiwarengagal panen pekalonganhama tikusInfo Pekalonganmusim kemaraupetani rugipompa air pertanian
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Pelaku Usaha Blora Wajib Siap Bersaing! e-Katalog Pengadaan Dibuka Secara Nasional

Next Post

Proyek Tol di Kudus Ditunda hingga 2028, Pemkab Upayakan Exit Tol

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Pemkot Pekalongan Promosikan Warisan Budaya Batik ke Peserta Rakerda Pusakada

Pemkot Pekalongan Promosikan Warisan Budaya Batik ke Peserta Rakerda Pusakada

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
522

PEKALONGAN, Harianmuria.com — Pemerintah Kota Pekalongan mengenalkan warisan budaya batik kepada para peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forum Pusakada se-Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sekitar 90 perwakilan...

DPUPR Kota Pekalongan Dorong Pelaku Usaha Konstruksi Patuhi Regulasi Terbaru

DPUPR Kota Pekalongan Dorong Pelaku Usaha Konstruksi Patuhi Regulasi Terbaru

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
528

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan menyosialisasikan regulasi terbaru terkait tertib administrasi serta kualifikasi badan usaha. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kota...

Dinkes Kota Pekalongan Fasilitasi Pelatihan Keamanan Pangan Gratis bagi Pelaku Usaha

Dinkes Kota Pekalongan Fasilitasi Pelatihan Keamanan Pangan Gratis bagi Pelaku Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
521

PEKALONGAN, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Kota Pekalongan siap memberikan fasilitasi pelatihan keamanan pangan bagi pelaku usaha pangan. Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh, mengatakan pelaku usaha yang membutuhkan...

Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

by Sekar Sari
15 Oktober 2026
536

PEKALONGAN, Harianmuria.com - Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 menjadi ruang pertemuan pelaku usaha dari berbagai daerah untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan memperkuat sinergi pengembangan usaha. Pemerintah Kota...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kepala Dinkesda Demak ungkap penyebab utama naiknya angka kematian bayi (AKB) dan strategi penanganannya.

Angka Kematian Bayi di Demak Meningkat, Dinkesda Ungkap Penyebab dan Langkah Antisipasi

30 Juli 2025
676
Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

20 Oktober 2025
555

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya