DEMAK, Harianmuria.com – Banjir rob kembali merendam Jalan Raya Pantura Demak–Semarang, tepatnya di wilayah Kecamatan Sayung, dalam beberapa hari terakhir. Genangan air setinggi 20 hingga 40 sentimeter ini memicu kemacetan panjang hingga lebih dari 10 kilometer pada Kamis, 12 Juni 2025.
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Pantura tersendat parah. Banyak kendaraan, baik roda dua maupun kendaraan berat, terjebak kemacetan hingga 3–4 jam. Para pengguna jalan pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi dari BMKG serta pihak berwenang.
Salah satu pengemudi truk lintas provinsi, Kosim, mengaku terjebak macet selama lebih dari empat jam. Ia bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar akibat lamanya antrean di jalur tersebut.
“Saya dari pagi belum jalan jauh, sudah empat jam terjebak. Harus beli BBM tambahan, rugi waktu juga. Harapannya pemerintah segera tanggap soal rob ini,” ujar Kosim.
Menanggapi situasi ini, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah darurat untuk mengurai kemacetan. Langkah tersebut termasuk bekerja sama dengan instansi sektoral serta menutup beberapa titik putar balik (u-turn) yang kerap menjadi titik kepadatan lalu lintas.
“Kondisi banjir rob diperkirakan akan terus berlangsung selama sekitar 10 hari ke depan, bergantung pada siklus pasang air laut,” ujar Aryo Jiwo Anindito, petugas Dishub di lokasi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang mencatat bahwa ketinggian rob saat ini mencapai 1,1 meter di atas permukaan laut. Kondisi ini disebabkan oleh fenomena pasang maksimum yang masih berlangsung.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Pantura Demak-Semarang, untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan.
(BURHAN ASLAM – Harianmuria.com)











