KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Jajaran Polres Semarang menggelar razia di berbagai lokasi rawan premanisme di Kabupaten Semarang, Minggu (11/5/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang AKBP Ratma Quratul Ainy.
Razia menyasar sejumlah lokasi yang dianggap rawan, antara lain Perumahan Amaya, Alun-alun Bung Karno, Ungaran Sari Garmen, Pasar Karangjati, dan obyek wisata Dusun Semilir.
“Razia sudah dimulai sejak Sabtu (10/5/2025) malam hingga Minggu (11/5/2025). Selama dua hari kami tidak menemukan adanya aktivitas premanisme di jalanan,” kata Kapolres.
Selain razia, petugas Polres Semarang melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan premanisme. Sosialiasi dilakukan melalui dialog dan patroli aktif.
“Kita juga menempelkan stiker yang berisi informasi terkait nomor telepon 110 serta hotline Polres Semarang untuk penanganan cepat jika ada gangguan keamanan di masyarakat,” ujar Ratna.
Dalam kegiatan tersebut, petugas kepolisian mendapati dua remaja membawa minuman keras dan telah memberikan pembinaan, termasuk memanggil orang tua mereka.
Kegiatan razia dan patroli ini merupakan bagian dari Operasi Aman Candi 2025 yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Semarang.
“Kegiatan patroli ini juga merupakan sebuah tindak lanjut dari perintah Presiden dan Kalpolri terkait penindakan tegas terhadap premanisme,” ungkap Ratna.
Warga masyarakat memberikan tanggapan terkait situasi keamanan di wilayah mereka. Maskorianto, seorang pedagang di Alun-Alun Bung Karno, mengaku tidak pernah mengalami gangguan premanisme selama tujuh tahun berjualan. Ia juga menyebut tidak ada pungutan liar di area tersebut.
Senada, pihak keamanan PT Ungaran Sari Garmen (PT USG) Pringapus menyatakan tidak ada gangguan keamanan dari preman, ormas, maupun LSM di lingkungan perusahaan mereka. Mereka juga menerapkan prosedur ketat untuk tamu yang datang.
(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)











