REMBANG, Harianmuria.com – Blanko e-KTP Rembang kosong sejak 7 Januari lalu. Hal ini diungkapkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DinDindukcapil) Kabupaten Rembang, Rabu 15 Januari 2025.
Kekosongan blangko KTP elektronik atau e-KTP ini telah berlangsung dua minggu. Hal ini menimbulkan keresahan sekagligus kekecewaan di kalangan masyarakat.
Masalah ini juga menjadi sorotan publik, terutama di tengah kebutuhan masyarakat akan dokumen identitas yang sah. E-KTP merupakan salah satu dokumen penting yang diperlukan untuk berbagai keperluan administratif, termasuk pendaftaran pemilih, pengajuan kredit, dan lainnya.
Krisis blanko ini berpotensi menghambat berbagai layanan publik yang bergantung pada kepemilikan e-KTP. Kondisi ini tentunya menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Salah satunya adalah seorang pemohon e-KTP yang asal Kabupaten Pati, Sarmi untuk mengurus identitasnya setelah pindah domisili ke Kabupaten Rembang.
Meskipun telah menempuh perjalanan jauh, Sarmi tampak kecewa karena sesampainya di Rembang dririnya memendapati bahwa blangko e-KTP habis.
“Mau ngurus surat pindah tapi blangkonya habis, dan belum tau kapan adanya dan masih nunggu. Ya mau gimana belum ada, sabar saja,” ujar Sarmi.
Hingga hari ini, blanko e-KTP yang menjadi pengganti kartu identitas fisik tersebut masih belum tersedia.
Sementara, Kepala Dindukcapil Rembang Suparmin mengonfirmasi, bahwa pihaknya tidak memiliki anggaran untuk mengambil blangko e-KTP dari Jakarta.
“Sudah sejak 7 Januari kosong. Ya kita terkendala anggaran juga soalnya, kalau bisa juga tinggal kita ke sana. Ini saya masih memastikan bisa jalan atau enggak, kalau enggak ‘kan repot juga. Biaya transport di hotel, masa kita langsung pulang pergi gitu kan? Masalahnya blangko e-KTP itu tidak seperti barang lain bisa dipaketkan, harus datang ke sana ada berita acara, barang berharga itu,” ungkap Suparmin.
Ia menambahkan kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius dari Pemkab Rembang, agar segera ada solusi yang konkret untuk mengatasi kelangkaan blangko e-KTP.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memfasilitasi kebutuhan dokumen identitas mereka, sebelum semakin banyak warga yang tertunda dalam pengurusan e-KTP. (Vicky Rio | Harianmuria.com)Warga Kecewa, Blangko e-KTP Kosong Sejak 7 Januari











