PATI, Harianmuria.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Joni Kurnianto menanggapi kasus kekerasan yang terjadi di Sukolilo beberapa waktu lalu. Menurutnya, pasca terjadinya peristiwa di Sukolilo yang viral, banyak warganet menjelek-jekekkan Pati melalui media sosial (medsos) hingga memberikan label buruk di Google Maps.
Selain itu, ia menyebut pemberitaan miring soal Kabupaten Pati usai tragedi Sukolilo tersebut tidak sepenuhnya benar atau hoaks. Ia juga mengaku khawatir keadaan ini akan berdampak pada iklim investasi di Pati.
Sebagai CEO Persipa Pati, Joni juga mengaku bakal kesulitan dalam mencari sponsor untuk tim berlaskar Saridin itu. Oleh sebab itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera mengambil tindakan.
“Beberapa kali kami menemukan di medsos, berita lama dimuat kembali, jadi itu hoak, dan itu sangat merugikan Pati, karena jangan sampai berpengaruh pada investor yang akan masuk,” katanya.
Untuk mengembalikan citra Pati menjadi lebih baik kembali, legislator dari Partai Demokrat ini pun mengajak masyarakat untuk memasang status di berbagai medsos dengan hashtag #Paticintadamai. Langkah ini dinilai olehnya cukup mudah dilakukan dan efektif dalam rangka mengembalikan citra Pati di mata masyarakat luas.
“Eksekutif harusnya bisa cepat mem-beckup persoalan ini dengan memunculkan berita yang baik, jangan terkesan melakukan pembiaran, karena kita di sini (Pati) itu cinta damai,” tandasnya. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











