• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Senin, Agustus 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Cara Menjadi Manusia

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Juli 2023
in Kajian Agama
65 5
Anis Sholeh Ba’asyin dan Sampak GusUran dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Sujud NgAllah’ yang digelar Sabtu (15/7) kemarin. (Istimewa/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Sampak GusUran dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Sujud NgAllah’ yang digelar Sabtu (15/7) kemarin. (Istimewa/Harianmuria.com)

539
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Suluk Maleman kembali digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/7/2023). Dalam edisi ke 139 itu, mereka mengangkat diskusi dengan tema “Sujud NgAllah”. Ratusan orang tampak menyaksikan secara langsung maupun melalui kanal media sosial Suluk Maleman.

Anis Sholeh Ba’asyin, budayawan penggagas Suluk Maleman mengatakan, sujud menuju Allah memiliki banyak makna. Tak hanya sisi batin berupa hubungan dengan Allah, tapi juga sisi sosial dan kultural, yakni terbangunnya pola interaksi yang baik dan benar dalam interaksinya dengan segenap mahluk Allah.

“Ibadah atau penghambaan adalah metode paling efektif untuk menemukan kesejatian diri kita. Tapi kalau ibadah lebih ditekankan pada sisi yang mahdhoh atau wajib saja, tentu manusia tak perlu diturunkan ke bumi. Cukup di surga saja,” ujar Anis Sholeh Ba’asyin mengawali pengajian malam itu.

Dalam Islam beribadah berbeda dan memang bukan pemujaan seperti terlihat di banyak peradaban. Karena dalam Islam prinsipnya jelas, Allah tidak butuh dipuja.

Menurut Anis, dalam Islam beribadah memang dirancang agar manusia menemukan kesadaran tentang statusnya sebagai hamba yang difungsikan dan diberi amanah sebagai khalifah. Kesadaran itulah yang seharusnya menuntun manusia dalam mengelola bumi.

“Semua tindakan manusia pada dasarnya adalah bentuk ibadah. Itu prinsip dasarnya, karena memang demikianlah tugas manusia sebagai khalifah,” demikian jelasnya.

Anis lantas memberi contoh tentang konsep kerja dalam kebudayaan. Apa saja yang dikerjakan manusia pada dasarnya adalah memenuhi kebutuhan pihak lain, bukan dirinya. Nah, memenuhi atau menyediakan kebutuhan atau jasa ke pihak lain itu adalah perbuatan mulia dan merupakan salah satu bentuk silaturrahim.

Meski kemudian ada klasifikasi berdasar tingkat kebutuhannya; seperti misalnya antara yang menyediakan kebutuhan primer, sekunder dan seterusnya; tapi pada dasarnya semua sama-sama mulia. Soal hasil atau kalau dalam bahasa kebudayaan manusia disebut keuntungan, pada dasarnya hanyalah buah atau bonus; dan bukan tujuan utama.

“Tapi pada kenyataannya manusia dan peradabannya sering dzolim, menggelapkan dirinya sendiri. Salah satunya dengan mengubah bonus menjadi tujuan. Bekerja bukan lagi memenuhi kebutuhan pihak lain, tapi lebih berorientasi ke mencari keuntungan. Lebih jauh, bukan hanya mencari keuntungan, tapi keuntungan sebanyak-banyaknya. Sehingga akhirnya banyak peradaban dikendalikan oleh keserakahan,” terangnya

Belum lagi, demikian tambah Anis, apabila hubungan tersebut lantas malah disalah-gunakan untuk saling mendukung dan memenuhi kebutuhan yang buruk dan jahat.

“Nah, Islam mengajari kita untuk mengembalikan itu semua pada jalurnya yang benar, pada sunnatullah; yakni dengan menghubungkan semua tindakan kita dengan Allah. Dan karena terhubung dengan Allah, maka tak mungkin itu berbentuk keburukan atau malah kejahatan. Itulah yang lantas kita sebut sebagai ibadah,” jelasnya.

Itu yang disebut Anis sebagai ngAllah, menuju Allah, menghubungkan dengan Allah atau mengembalikan kepada Allah. Itu juga penerapan makna ilaihi rojiun dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh, Anis menegaskan bahwa ngAllah sendiri maknanya adalah hubungan dengan semua mahluk yang dilandasi karena Allah.

“Sehingga yang kemudian perlu dikembangkan adalah bagaimana menjernihkan hati supaya tidak digelapkan oleh yang di jasad,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Anis menyebut menyebut bahwa ruh merupakan satu kesatuan dari empat unsur. Saat ruh kuat, maka hati yang akan menjadi penunjuk jalan di kegelapan, akal yang menerjemahkan dan nafsu yang menjadi tenaga untuk mengaplikasikannya.

Anis lantas menjelaskan bahwa faktanya sebelum manusia secara sadar memutuskan sesuatu, keputusan tersebut sudah lebih dahulu muncul di jaringan otaknya. Persoalannya, siapa pengendalinya?

“Itulah yang menurut Imam Al Ghazali disebut khuluq, bentuk tunggal dari akhlaq; atau dalam bahasa Jawa disebut wadag alus. Lawannya adalah kholaq, atau wadag kasar. Kalau kholaq adalah sesuatu yang sudah jadi, maka khuluq adalah sesuatu yang harus kita bentuk dalam hidup kita. Ia merupakan hasil dialektika terus menerus antara yang ruh dengan yang jasad,” sambungnya.

Salah satu cara melatihnya adalah dengan meningkatkan ibadah mahdhoh, dan selalu mengaitkan diri dengan Allah dalam muamalahnya. Dengan terbiasa melakukan hal-hal yang baik, maka akan terbentuk khuluq yang baik; dan itulah yang akan selalu menuntun kita untuk melakukan kebaikan dalam segala situasi.

“Khuluq yang baik ini ditandai kejernihan qulb atau hati sebagai unsur terdepan yang menangkap pancaran cahaya ruh. Petunjuk kita ada pada apa yang disebut mata hati.  Sehingga apa pun keputusan mau pun apa yang kita lakukan pada dasarnya berdasarkan mata hati,” imbuhnya.

“Tapi kalau sudah terbiasa berorientasi pada yang duniawi, maka khuluq yang terbentuk pun akan mengarah ke sana, dan perlahan-lahan mata hati kita akan terkotori atau bahkan tertutup; sehingga kita akan selalu diarahkan pada keburukan atau bahkan kejahatan dalam setiap kesempatan hidup kita,” imbuhnya.

Jalannya Suluk Maleman malam itu pun kian meriah karena persembahan deretan musik yang ditampilkan Sampak GusUran. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Kajian AgamaKhazanah
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Sukseskan Kirab Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati, Panitia Koordinasi dengan Instansi Terkait

Next Post

Jalani Ibadah Sunah Setelah Haji, Ini Jadwal Kepulangan 3 Kloter Jemaah Asal Pati

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Suluk Maleman Edisi 161 di Pati Mengurai ‘Dongeng Peradaban Autoimun’

Suluk Maleman Edisi 161 di Pati Mengurai ‘Dongeng Peradaban Autoimun’

by Basuki
19 Mei 2025
539

Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, pada Sabtu (17/5/2025) mengangkat tema unik 'Dongeng Peradaban Autoimun'.

Ini Amalan Bulan Rajab yang Dianjurkan, Waktunya Umat Islam Perbanyak Pahala

Ini Amalan Bulan Rajab yang Dianjurkan, Waktunya Umat Islam Perbanyak Pahala

by Sekar Sari
31 Desember 2024
578

Harianmuria.com – Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang dimuliakan. Meskipun berada di urutan ketujuh, bulan Rajab termasuk istimewa karena di dalamnya terdapat peristiwa yang penting. Selayaknya bulan...

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Dosamuka’ yang digelar Sabtu (19/11/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Dasamuka dalam Keseharian Kita

by Sekar Sari
20 November 2023
551

PATI, Harianmuria.com - Dalam pewayangan dikenal tokoh raksasa yang berjuluk Dasamuka. Disebut Dasamuka karena ia memiliki sepuluh wajah. Karakter inilah yang coba didiskusikan saat digelarnya Suluk Maleman pada...

Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Meniti Batas’ yang digelar Sabtu (21/10/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

Ngaji Suluk Maleman ke-142: Istiqomah Landasan Pribadi Mulia

by Sekar Sari
23 Oktober 2023
545

Harianmuria.com - Reaksi dan tindakan langsung manusia pada dasarnya dikendalikan oleh otaknya. Kerja otak itu sendiri dibentuk oleh pembiasaan. Pembiasaan inilah yang nantinya akan membentuk khulq, wadah halus...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
513
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dibuka Bupati Kendal, Juwero Food Festival Jadi Ajang Promosi Wisata dan Kuliner Triharjo

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar, Veteran Asal Jepara Kenang Kembali Pengabdian di Timor Timur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ikan bakar khas Bendungan Logung, disajikan dengan latar panorama perbukitan dan telaga yang memanjakan mata.

Kulineran Ikan Bakar di Bendungan Logung, Raja Ampat-nya Kudus yang Lagi Hits

2 Agustus 2025
698
Pelajari pentingnya etika komunikasi dan literasi digital dalam melawan hoaks dan manipulasi informasi di era digital.

Dari Hoaks ke Literasi: Mengajarkan Etika Komunikasi di Era Manipulasi Digital

3 Oktober 2025
693

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya