• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Menguak Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Sekar Sari by Sekar Sari
4 Juni 2023
in Parenting, Artikel
79 1
Ilustrasi Ayah dan anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi Ayah dan anak. (Freepik/Harianmuria.com)

615
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Sebagai seorang makhluk yang baru saja lahir ke dunia, anak membutuhkan pengasuhan yang optimal dari lingkungan keluarga. Hanya saja, kewajiban mengasuh anak ini biasanya lebih banyak dibebankan kepada sosok ibu dibandingkan ayah.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami fenomena fatherless atau kekurangan kehadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun psikis dalam keluarga.

Fenomena ini terjadi karena di banyak keluarga, sosok ayah merupakan tulang punggung keluarga yang harus bekerja mencari nafkah untuk keluarga, sedangkan mengasuh anak di rumah merupakan tugas ibu.

Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rini Handayani menyebut KemenPPPA telah mendorong keterlibatan ayah dalam mengasuh dan mendidik anak, yakni melalui gerakan HeForShe.

HeForShe merupakan bentuk komitmen pemerintah yang memosisikan laki-laki agar lebih peduli pada isu kesetaraan gender.

Selain itu, KemenPPPA juga bergerak di akar rumput, yakni melalui program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPPA).

Kementerian itu juga memfasilitasi desa-desa DRPPA itu untuk mengadakan lomba-lomba bagaimana inovasi-inovasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Upaya ini sesuai dengan lima arahan Presiden Joko Widodo yang diamanatkan kepada KemenPPPA, yang salah satunya meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan anak.


Pengaruhi tumbuh kembang

Keterlibatan ayah sangat penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menilai ketidakhadiran figur ayah dalam membesarkan anak bisa menyebabkan ketidakseimbangan yang berdampak dalam pemenuhan fisik, jiwa, dan rohani anak.

Kehidupan yang tidak seimbang menyebabkan pertumbuhan mengalami perlambatan, yang membawa konsekuensi tertentu dan mendalam bagi tumbuh kembang fisik dan jiwa anak.

Kehilangan figur ayah tersebut bisa menyebabkan depresi pada anak.

Anak-anak yang kehilangan salah satu orang tua, biasanya akan memiliki tantangan dalam tumbuh kembang yang berat, seperti muncul ketidakpercayaan diri yang menyebabkan merasa memiliki harga diri yang rendah dalam masyarakat.

Hal ini akan lebih berat ketika dihadapi anak perempuan yang kehilangan ayah.

Kondisi ini berujung ketidakstabilan memahami emosi dengan kecerdasan emosi yang rendah. Yang ujungnya menjadi ketidakstabilan emosi.

Ketidakmunculan seorang ayah menyebabkan anak sulit mempertahankan komunikasi yang baik, dalam berelasi kurang bisa mempertahankan, sehingga seringkali gagal membina hubungan pertemanan yang baik.

Anak yang berada dalam situasi ini, perlu didampingi agar memiliki kapasitas yang baik dalam menghadapi trauma merasa ditolak dan perasaan tidak punya ayah.

Keluarga rapuh

Pengasuhan terbaik untuk anak adalah dalam keluarga. Namun kenyataannya, tidak semua anak dapat diasuh langsung oleh orang tua, baik ayah dan atau ibu dalam keluarga.

Salah satu alasan pengasuhan anak terlepas dari keluarga adalah karena faktor kerentanan dan kerapuhan keluarga, baik rapuh secara sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan agama.

KPAI mencatat pada tahun 2021 ada 2.279 pengaduan dan tahun 2022 ada 1.960 pengaduan situasi anak-anak yang rentan di keluarga dalam kluster pengasuhan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Jumlah itu bisa jadi lebih besar, dengan melihat catatan media yang memublikasikan tingginya angka perceraian pasangan muda, tingginya angka perceraian, dan tingginya angka pernikahan anak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pernikahan dini di Indonesia pada 2022 mencapai 1,71 juta kasus.

Sementara terdapat 516.344 kasus perceraian di tahun yang sama. Artinya, ada lebih kurang 500 ribu anak yang mendadak kehilangan orang tua.

Padahal, rasa kehilangan atau ditinggalkan orang tua, juga menimbulkan depresi berkepanjangan bagi anak.

Karena setiap datang masalah apapun, akan muncul depresi dan rasa bersalah akibat merasa ditinggalkan.

Situasi depresi yang dialami oleh seorang anak sangat memerlukan pendampingan yang bermakna agar anak bisa mengurai apa yang mereka rasakan.

Ujung dari permasalahan ini, anak akan rentan memiliki pergaulan yang berisiko, terjebak pergaulan bebas, dekat dengan industri candu dalam upaya si anak melupakan trauma-trauma mereka.

Hanya saja, alih-alih melupakan trauma, justru ketika kembali ke dalam kehidupannya yang asli, anak-anak itu kembali ke masalah yang sama. Si anak hanya akan berputar-putar di masalah yang sama, trauma.

Anak-anak yang berada di dalam pergaulan ini, cenderung sulit diterima di dunia kerja dan terpinggirkan dalam pertemanan.

Mereka hanya diterima di tempat anak-anak yang mengalami risiko yang sama, sehingga menjadi pertemuan yang lebih buruk dari pengalaman mengatasi trauma.

Maka, dalam kondisi psikis yang seperti itu, masuk ke industri candu dan terjebak pada perilaku rentan, akan semakin berperan pada diri si anak.

Anak pun akan mengalami post traumatic, seperti melakukan self harm, percobaan bunuh diri, bahkan disosiatif dan sering berimajinasi tentang melepaskan penderitaan dengan pembunuhan.

Bila anak sudah dalam situasi ini, sering terjebak dalam keputusan yang buruk karena ingin mengakhiri semua penderitaannya. Tentu sudah sangat berat penyelesaiannya, membutuhkan karantina dan treatment khusus lintas profesi, yang biayanya sangat mahal.

Kini, banyak pasangan yang baru menikah mendambakan memiliki anak, namun perlu diingat bahwa setelah anak itu hadir, mengasuhnya adalah kewajiban kedua orang tua, bukan hanya menjadi kewajiban seorang ibu. Sosok ayah juga berperan penting dan hadir dalam pengasuhan anak.

Mari seluruh keluarga Indonesia bersama-sama menciptakan lingkungan pengasuhan yang baik di dalam keluarga demi masa depan anak-anak Indonesia, demi meraih Indonesia Emas 2045. (Lingkar Network | Anta – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelParenting
SummarizeShare44SendShare
Previous Post

Belasan Pedagang Terima Bantuan Modal Usaha dari Baznas Rembang

Next Post

Pagelaran Sedekah Bumi di Pati Antarkan Kesenian Ketoprak Bangkit dari Pandemi

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

by ulfa puspa
30 September 2026
596

Harianmuria.com - Muncul paradoks yang besar dengan munculya budaya digital. Niat awalnya manusia menciptakan mesin pintar agar bisa membantu mengatasi problem hidupnya sehingga kehidupan lebih mudah dan nyaman...

Tata Cara Salat Istisqa dan Bacaan Doanya

Tata Cara Salat Istisqa dan Bacaan Doanya

by ulfa puspa
8 September 2026
623

Harianmuria.com – Musim kemarau berdampak menyusutnya sumber air bersih sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi maupun aktivitas harian. Kemarau juga mengakibatkan vegetasi mudak kering sehingga rawan...

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

by ulfa puspa
29 Juli 2026
624

DEMAK, Harianmuria.com - Bawang merah dan ubi jalar telah menjadi komoditas holtikultura utama Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Praktik pertanian bawang merah yang intensif mendorong petani Desa...

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

by ulfa puspa
16 Juni 2026
789

Harianmuria.com – Malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kerap dijadikan momentum yang penuh nuansa spiritual dan sakral bagi masyarakat Jawa. Tradisi perayaan...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
635
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menghadirkan Poli Eksekutif, layanan kesehatan cepat, nyaman, dan privat untuk pasien umum non-BPJS.

RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Hadirkan Poli Eksekutif, Layanan Medis Cepat dan Privat

31 Juli 2025
748
Kudus Siap Adopsi Aturan Pembatasan Medsos Bagi Anak di bawah 16 Tahun

Kudus Siap Adopsi Aturan Pembatasan Medsos Bagi Anak di bawah 16 Tahun

10 Maret 2026
579

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya