PATI, Harianmuria.com – Debit air bendung karet di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mengering dan membuat ribuan ikan sapu-sapu muncul ke permukaan. Momen ini pun dimanfaatkan warga setempat yang ingin menangkap dan menjual ikan tersebut.
Diketahui fenomena kemunculan ribuan ekor ikan sapu-sapu telah berlangsung selama satu pekan terakhir. Karena mudah ditangkap, warga sengaja mengepulnya dan dijual untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan.
Salah satunya dilakukan oleh Saiful, ia mengaku menangkap ikan sapu-sapu untuk dikirim ke sebuah perusahaan pengolah bahan baku tremble atau tepung ikan.
“Disuruh kirim ke PT, buat tremble atau tepung ikan. Kami ambil gratis,” ujar Saiful, Rabu 2 September 2026.
Ia mengaku menjual ikan sapu-sapu hasil tangkapannya dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Menurutnya warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan ikan karena cukup menangkapnya di area yang airnya sedang surut.
“Kami jual Rp2.500 per kilo, baru satu mingguan,” katanya.
Saiful menambahkan, aktivitas penangkapan ikan sapu-sapu tersebut terbuka bagi masyarakat.
“Bebas siapa saja yang ke sini,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Arif Febriyanto
Editor: Sekar











