PATI, Harianmuria.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati sejak Kamis sore (13/10) hingga Jumat malam (14/10) mengakibatkan 8 Kecamatan yang ada di wilayah Pati Selatan terendam banjir pada Sabtu pagi, (15/10).
Sebelumnya pada Kamis (13/10), Kecamatan Kayen dan Tambakromo mulai tergenang air. Tepatnya di kawasan Desa Tambaharjo, Desa Tambakromo, dan sekitar makam Syekh Jangkung.
Lalu berdasarkan informasi yang dihimpun dari Facebook Pendim Pati pada Sabtu pagi (15/10), banjir juga menerjang Kecamatan Jaken dan Gabus.
Adapun desa yang tergenang banjir diwilayah Kecamatan Jaken, yaitu Desa Ronggo, Desa Manjang, Desa Tegalarum dan Desa Tamansari. Kemnudian di Kecamatan Gabus Dukuh Paras di Desa Tanjunganom dan Dukuh Jaten.
Sedangkan di daerah Kecamatan Tambakromo ada penambahan desa terkena banjir, diantaranya Desa Karangwono, Desa Sinomwidodo, Desa Angkatan Lor , Desa Angkatan Kidul, Desa Mojomulyo, Desa Sitirejo, Desa Tambaharjo, Desa Tambahagung, Desa Karangmulyo, Desa Kedalingan dan Desa Mangunrekso. Hal serupa juga dialami Kecamatan Kayen, yakni di Dukuh Demangan karena luapan air sungai Desa Talun.
Sementara dari pantauan di lapangan, Kecamatan Winong, Kecamatan Jakenan, Kecamatan Pucakwangi, dan Kecamatan Batangan juga ikut terendam banjir.
Adapun di Kecamatan Winong yang wilayahnya terdampak banjir, yakni Desa Bumiharjo, Desa Tlogorejo, Desa Sugihan, dan Desa Sarimulyo. Selanjutnya daerah Kecamatan Jakenan, ada di Desa Tondokerto, Desa Sembaturagung, Desa Mantingan Tengah, dan Desa Desa Glonggong. Lalu di Kecamatan Batangan, yaitu di Desa Kuniran. Dan Kecamatan Pucakwangi di Desa Grogolsari dan Desa Karangwotan.
Akibat dari curah hujan yang tinggi, Kecamatan Kayen menjadi daerah yang paling parah terkena banjir sejak Kamis (13/10). Belum lagi akibat penggundulan hutan Kendeng dan jebolnya tanggul di Kecamatan Tambakromo kemarin. Dampaknya, RSUD Kayen ikut tergenang air dan membuat pasien harus dirujuk ke Soewondo.
Hal ini diungkap oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya. Pihaknya mengataka, ketinggian air di sekitar RSUD Kayen berkisat antara 80 cm hingga 90 cm atau sepinggang orang dewasa.
“Uapaya yang sudah kita lakukan oleh tim BPBD saat kejadian kita ke tim PRC untuk melakukan kaji cepat, membuat laporan cepat juga melakukan bantuan evakuasi kepada pasien (RSUD Kayen) yang akan dirujuk ke Suwondo. Demikian juga ada pasien yang dinyatakan sembuh dan pulang tapi terhambat banjir ini kita bantu dengan evakuasi menggunakan perahu,” katanya.
Menyikapi bencana ini, dirinya meminta kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan Kendeng. Pihaknya juga akan menanam tanaman keras di bantaran sungai untuk memperkuat tanggul sungai agar tidak jebol ketika hujan tiba.
“Ini yang perlu kita edukasikan kepada masyarakat untuk menanami tanaman keras di bantaran sungai. Ke depan akan kita berikan bibit-bibit tanaman itu sebagai langkah pencegahan banjir,” ujar Martinus.
Di sisi lain, salah seorang sopir ekspedisi dari Surabaya terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari banjir yang berpotensi merusak mesin kendaraan.
“Mau ke Pati mas, dari Surabaya bawa paket. Rencananya kan menghindari Glonggong karena banjir. Ini lewat Jaken malah sama saja,” terang Yadi.
Mengingat intensitas hujan yang masih terjadi, diprediksi banjir akan lebih meluas khususnya di Pati Selatan dan Timur. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











