KENDAL, Harianmuria.com – Sebanyak 70 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) Kabupaten Kendal tahun 2025 mendapat pembinaan khusus terkait bahaya narkotika dan penyalahgunaan media sosial (medsos).
Pembinaan ini merupakan bagian dari program pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Rabu, 25 Juni 2025, di Gedung Wanita Setda Kendal.
Capaskibraka yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025 ini terdiri dari 38 pelajar putra dan 32 putri. Selain pelatihan fisik dan penanaman nilai-nilai nasionalisme, mereka juga dibekali dengan edukasi tentang pencegahan narkoba dan etika digital.
Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa pembinaan ini bertujuan membangun pondasi mental dan spiritual yang kuat bagi para calon Paskibraka.
“Kami hadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal. Karena Capaskibraka ini masih muda, mereka calon pemimpin masa depan. Mereka perlu pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba agar sehat jasmani dan rohani,” jelas Febi.
Selain sosialisasi narkotika, para Capaskibraka juga mendapat materi terkait dampak negatif media sosial dan konsekuensi hukum dari tindakan yang melanggar norma.
“Ini penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas, tawuran, penyalahgunaan obat-obatan, atau miras. Kita ingin pondasi karakter mereka kuat,” tambah Febi.
Sementara itu, Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, menegaskan pentingnya peran Capaskibraka sebagai teladan dalam menyuarakan bahaya narkoba di kalangan remaja.
“Kami sampaikan informasi lengkap tentang apa itu narkoba, dampaknya, dan bagaimana peran mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Anna berharap para Capaskibraka bisa menjadi duta anti narkoba yang mampu menginspirasi dan menyampaikan pesan berantai kepada teman sebaya.
(ARVIAN MAULANA – Harianmuria.com)











