KENDAL, Harianmuria.com – Pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal dimulai pada Rabu, 20 Mei 2026.
Jembatan tersebut akan menghubungkan akses ke Dusun Tapak Timur, Desa Kedunggading dengan Dusun Dungsari, Desa Kedungasri.
Masayarakat setempat menyambut antusias pembangunan jembatan yang sudah diusulkan sejak 25 tahun lalu dan baru terealisasi pada 2026.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terealisasinya proyek strategis ini. Menurutnya pembangunan jembatan di Ringinarum berhasil diwujudkan berkat pengawalan dari Anggota DPR RI, Mochamad Herviano Widyatama.
“Syukur Alhamdulillah, terima kasih serta apresiasi kepada Mas Herviano yang telah memperjuangkan melalui rekomendasi Komisi V DPR RI, sehingga proposal pembangunan jembatan gantung ini sampai terealisasi,” ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung di Ringinarum ditarget rampung dalam enam bulan ke depan. Bupati Kendal berharap proses pengerjaan bisa dipacu agar selesai lebih cepat dari jadwal.
“Ini merupakan komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa. Dengan adanya jembatan ini semoga meningkatkan konektivitas, daya saing desa, serta membuka sentra ekonomi baru di berbagai bidang,” ungkapnya.
Proyek jembatan gantung ini dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender, mulai 29 April 2026 hingga target penyelesaian pada 25 Oktober 2026 dengan anggaran sekitar sekitar Rp5,28 miliar.
“Panjang jembatan rencananya 60 meter, lebar 3 meter. Ini sebenarnya jembatan penyeberangan orang, tetapi karena pembangunannya diperkuat sehingga bisa untuk sepeda motor,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedunggading, Kafidin, menyampaikan bahwa warga telah lama menantikan pembangunan jembatan tersebut sekitar 25 tahun.
Menurutnya, ada satu dusun yang berada di sebelah timur sungai yang membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pusat pemerintahan di Desa Kedunggading.
“Ada satu dusun yaitu Tapak Timur, hampir 900 an warga. Sehingga harapannya dengan adanya jembatan gantung lebih memudahkan akses warga dan menghemat waktu tempuh warga. Karena selama ini warga Tapak Timur harus memutar 30 menit untuk ke kantor pelayanan pemerintahan Desa Kedunggading,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa











