Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Kajian Agama - Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Merdeka dengan Kasih Sayang

Ngaji NgAllah Suluk Maleman: Merdeka dengan Kasih Sayang

Sekar Sari by Sekar Sari
21 Agustus 2023 08:57
in Kajian Agama
0 0
Anis Sholeh Ba’asyin dan Ali Fathkan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Proklamasi Kemanusiaan’ yang digelar Sabtu (19/8/2023) kemarin. (Dok.Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Ali Fathkan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Proklamasi Kemanusiaan’ yang digelar Sabtu (19/8/2023) kemarin. (Dok.Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Bulan Agustus menjadi momen kemerdekaan yang disambut dengan suka cita oleh bangsa Indonesia. Momen itulah yang juga menjadi topik bahasan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke 140 pada Sabtu (19/8/2023) malam.

Dengan mengangkat tema Proklamasi Kemanusiaan, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut, makna kemerdekaan tak hanya terbebas dari penjajahan politik satu negara terhadap negara lain. Penjajahan juga bisa dilihat  pada hilangnya otentisitas atau kebebasan berekspresi bangsa Indonesia.

Kemerdekaan sejatinya dimiliki setiap manusia. Namun manusia baru mungkin merealisasikannya setelah bisa menyingkirkan hawa nafsu dan keangkara murkaan pada dirinya.

“Terkadang merasa merdeka justru juga berbahaya. Karena menganggap dirinya merdeka justru tak mau diberi nasehat dan masukan,” ujarnya.

Kemerdekaan jika tak bersyarat itu justru menjadi kekacauan. Manusia memang diciptakan dengan batas. Kemerdekaan hanya mungkin ada di dalam batas. Jika diluar batas justru akan tersesat.

“Air untuk mengalir terus hingga ke laut juga butuh batasan. Namun kadang merdeka dianggap tanpa batasan,” tambahnya.

Oleh karenanya, kemerdekaan harus dimaknai dengan kasih sayang. Dengan begitu kemerdekaan itu akan selaras dengan kemanusiaan. Ali Fathkan salah seorang narasumber yang juga penggiat maiyah mencontohkan hal itu dengan kisah Nabi Muhammad setelah menaklukkan Mekkah.

“Setelah berhasil menaklukkan Mekkah, nabi justru menyebut jika hari itu adalah hari kasih sayang bukan pembalasan. Walaupun sebelumnya umat muslim mendapatkan perlakuan yang tidak enak. Itu menjadi bentuk kemanusiaan dan kemerdekaan,” jelas Ali.

Anis Sholeh menambahkan, Kanjeng Nabi dilembutkan hatinya untuk berinteraksi dengan berbagai macam orang. Berbagai contoh kebaikan oleh Kanjeng Nabi telah ditunjukkan untuk dapat dianut umat muslim.

“Tentu hal itu bisa terwujud asalkan kita tidak memiliki keterikatan pada duniawi.  Baik harta, anggapan manusia maupun berbagai hal lainnya. Kisah nabi Ibrahim saat diminta menyembelih putranya bisa dimaknai mengajarkan pada kita untuk tidak terikat dengan masa depan. Bahkan kita tak punya kuasa akan putra kita sendiri. Karena itu adalah hak mutlak Allah,” tambahnya.

Tak hanya cerita nabi, berbagai cerita sufi juga mengajarkan pentingnya untuk tidak terikat pada duniawi. Kisah Imam Ghozali misalnya, saat menjabat setara dengan menteri pernah diminta oleh gurunya membersihkan pasar.

“Saat mencari sapu rupanya tidak ada. Oleh sang guru diingatkan jika bisa dibersihkan dengan tangan. Rupanya Imam Ghozali tanpa memiliki keraguan akan pandangan orang lain dia segera berniat untuk mengambil kotoran itu dengan tangannya. Tapi sebelum benar-benar mengambil tangan itu ditarik oleh gurunya,” tambahnya.

Hal itu menjadi bentuk ujian keteguhan pada apa yang sangat dipercaya yakni gurunya. Dia percaya gurunya tidak akan mencelakakannya. Lebih pentingnya yakni sikap untuk tidak khawatir akan anggapan orang pada dirinya.

“25 Nabi juga dibuat sedemikian rupa dengan berbagai cara dakwah, hingga pendekatan yang berbeda untuk mengajarkan berbagai sisi yang berbeda dari kebenaran yang sama. Jadi tak perlu memaksakan apa yang dianggap benar ke orang lain,” tambahnya.

Gelaran Suluk Maleman di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/8/2023) kemarin tampak begitu spesial. Selain Sampak GusUran, acara itu turut dimeriahkan oleh Gagego musik kampung.

Kelompok musik yang memiliki ciri khas lirik dengan pesan-pesan sosial kemasyarakatan itu membawakan sejumlah lagu sebagai pembuka acara. Tak ayal ratusan orang tampak menyaksikan baik secara langsung maupun lewat berbagai platform media sosial seperti Youtube.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinKajian AgamaNgaji NgAllah Suluk Maleman

Related Posts

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

17 November 2025
Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

20 Oktober 2025
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

22 September 2025
Load More
Next Post
MENINJAU: Camat Dukuhseti, Agus Sunarko (Agsun) saat mengunjungi langsung kediaman Sudarmadi, warga Desa Dumpil Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati yang terbakar pada Sabtu (18/8/2023) lalu. (Dok.Harianmuria.com)

Camat Agsun Jalin Kolaborasi Banyak Pihak Bantu Korban Kebakaran di Dukuhseti

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS