Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Kajian Agama - Ngaji NgAllah Suluk Maleman Kenalkan “Gen-Dupak” 3 Model Komunikasi dalam Tradisi Jawa

Ngaji NgAllah Suluk Maleman Kenalkan “Gen-Dupak” 3 Model Komunikasi dalam Tradisi Jawa

Sekar Sari by Sekar Sari
21 September 2023 08:52
in Kajian Agama, Khazanah
0 0
Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023). (Dok. Harianmuria.com)

Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023). (Dok. Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Dalam tradisi Jawa, komunikasi dikategorikan dalam tiga model, yakni esem (senyum), semu (isyarat simbolik), dan dupak (terus terang). Kategori ini muncul dari variasi komunikator dan audiensnya. Kategorisasi inilah yang diangkat dan dipakai sebagai pisau analisa dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman “Gen-Dupak” yang digelar pada Sabtu (16/9/2023).

Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman, menyebut dalam filosofi itu berkembang di dunia komunikasi terutama dalam hal menangkap pesan. Esem menjadi model komunikasi tertinggi lantaran masih berupa pesan simbolik non verbal. Esem bisa juga termasuk verbal tapi inti pesannya masih sangat ditentukan oleh kemampuan audiens menyerap, memilah, dan memilihnya. 

“Seperti halnya saat Al-Qur’an menyebut bahwa dalam khamr ada kebaikan dan keburukan. Meski keburukannya lebih besar. Jika audiensnya memiliki kepekaan tinggi tentu langsung menangkap persannya bahwa tidak boleh meminum khamr karena banyak buruknya,” terangnya.

Dalam kategori semu, pesan disampaikan lewat serangkaian simbol verbal. Meski letaknya di bawah model esem, tapi pesan ini pun masih sangat ditentukan oleh kemampuan audiens untuk menafsirkannya. Kalau mengambil contoh dari Al-Qur’an, semu ini sejajar dengan ayat yang melarang salat saat mabuk. Meski masih bersifat terbatas, tetapi pernyataan ini sebenarnya semakin mempertegas pesan pokok yang ingin disampaikannya, yakni untuk menghindari khamr.

“Nah, jika ada yang lebih jelas, tegas, langsung definitif menuju sasaran yang dimaksud atau bloko suto itu pada model komunikasi dupak. Contohnya dalam Al-Qur’an adalah ketika khamr secara umum diharamkan. Jadi, isi pesannya sangat jelas, tak perlu dan tak membuka ruang tafsir untuk memahaminya” ujar pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

Hanya saja, lanjut Anis, sekarang masalahnya tak sesederhana itu. Dari satu sisi, banjir informasi akibat terbukanya ruang internet, justru membuat posisi pesan menjadi tidak jelas.Terlebih di era media sosial seperti sekarang ini.

“Kalau dilihat di medsos. Antara satu pihak dengan pihak lainnya saling menegasikan satu sama lain. Ini tentu akhirnya membuat bingung. Hal ini tentu kemampuan memaknai pesan dan menjadikan fokus terpecah-pecah. Sehingga akhirnya penentuan untuk menangkap pesan hanya mengandalkan emosi. Cocok yang mana, suka yang mana, bukan lagi mana yang diyakini benar,” tambahnya.

Oleh karena itu, Anis mengingatkan bahwa pada dasarnya manusia harus memahami bahwa dia tidak akan pernah bisa menyimpulkan sesuatu secara sempurna. Terlebih di saat komunikasi dan informasi telah banyak yang terkorupsi. Sehingga harus benar-benar bijak dalam bersikap. 

“Dalam kondisi semacam ini, bahasa sebagai pengantar pesan pun dibuat menjadi tidak memiliki arti apa-apa, simbol-simbol yang dipakainya menjadi tidak pasti semua. Hal itu membuat pesan yang diberikan secara jelas dan tegas dengan model dupak pun sering tidak juga bisa dipahami. Sehingga hampir bisa dikatakan bahwa ini adalah abad kematian bahasa. Salah satu penyebabnya yang tampak jelas di permukaan adalah dominasi politik. Politik hari ini seringkali membuat bahasa kehilangan makna, dan sekadar menjadi sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Budayawan Budi Maryono juga menyebut sekarang ini banyak polusi bahasa. Saat ini sesuatu yang serius seringkali dianggap guyonan dan begitu sebaliknya.

“Semua pesan susah, nyaris tak tersampaikan. Manipulasi bisa terjadi di mana pun. Apalagi saat kampanye, hati-hati,” katanya.

Dia juga menyoroti keberadaan media sosial termasuk tiktok yang cukup mengkhawatirkan. Dia melihat banyak orang yang menafsirkan Al-Qur’an. Meski tampak meragukan, tetapi tafsir itu disampaikan dengan begitu meyakinkan. Alhasil banyak yang percaya dan mengikutinya.

“Tak sedikit yang kemudian merasa paling benar. Padahal hal itu akan memunculkan ego dan kesombongan. Sedang orang sombong tidak akan masuk surga. Kalau tidak di surga tidak ayem. Iblis juga hancur karena sombong. Tentu yang tahu secara terang dan tersembunyi hanya Allah,” tambahnya.

Anis Sholeh Baasyin menambahkan, jika jujur pada diri sendiri nantinya dibuka untuk menafsirkan. Hanya saja hal itu tentu untuk kebutuhan personal. Orang yang terbiasa membaca nantinya akan terbimbing dan mendapatkan pemahaman serta hubungan dialektis antara pembaca dan ayat yang dibaca. 

“Setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi itu tentu untuk tidak dipublikasikan. Kalau dipublikasikan harus ada runtutan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Dalam tadabur ada berbagai perangkat. Bahkan ada banyak hal yang mungkin kita gak paham,” tambahnya.

Sebelum menyimpulkan sesuatu, Anis pun mengajak untuk selalu waspada pada diri sendiri. Dia juga selalu mengajak untuk mendekat pada Allah.

“Jangan sampai kita kehilangan momen untuk mengetahui diri kita siapa,” tambahnya.

Topik itupun membuat jalannya ngaji budaya di rumah Adab Indonesia Mulia semakin hangat. Ratusan orang tampak menyaksikan baik secara langsung maupun melalui berbagai kanal media sosial. Musik Sampak GusUran juga kian memeriahkan Suluk Maleman edisi ke 141 tersebut. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinKhazanahNgaji NgAllah Suluk Maleman

Related Posts

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

17 November 2025
Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

20 Oktober 2025
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

22 September 2025
Load More
Next Post
SIMBOLIS: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menyerahkan cangkul secara kepada Babinsa dan Linmas sebagai tanda dibukanya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun 2023 di Lapangan Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Rabu (20/9/2023). (Tomi Budianto/Harianmuria.com)

TMMD Sengkuyung Tahap III Dibuka, Pj Bupati Jepara Harapkan Kesatuan TNI-Rakyat

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS