Sabtu, Januari 10, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Kajian Agama - Mengenal Thariqoh Mu’tabarah

Mengenal Thariqoh Mu’tabarah

Sekar Sari by Sekar Sari
12 April 2023 19:18
in Kajian Agama, Khazanah
0 0
Orang puasa Ramadhan. (Freepik/Harianmuria.com)

Orang puasa Ramadhan. (Freepik/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Thariqat menjadi sebuah pondasi dasar agar tiap individu tidak melenceng dari apa yang sudah diajarkan. Namun, di Indonesia sendiri keberadaan thariqat memiliki beraneka ragam rupa.

Thariqat sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti aliran-aliran tasawuf atau sifisme Islam. Thariqah berasal dari kata thariq yang artinya jalan (petunjuk atau cara), metode (sistem), madzhab (aliran atau haluan), dan tiang tempat berteduh, tongkat, atau paying.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tarekat merupakan jalan menuju kebenaran, cara atau hidup dalam keagamaan, serta persekutuan para penuntut ilmu tasawuf.

Diantara tarekat yang ada di Indonesia ialah Qadariyah, Rifa’iyah, Naqsabandiyah, Akmaliyah, Shiddiqiyah, hingga Al-Mu’tabarah.

Thariqah Al-Mu’tabarah sendiri bagi warga nahdhiyin (sebutan ormas Nahdhatul Ulama) merupakan sebuah pondasi rumah. Tidak hanya itu, tarekat ini juga menjadi hal penting bagi pesantren bahkan PKB.

Menurut Ro’is A’am Jam’iyyah Ahli Thariqah Al-Mu’Tabarah An Nahdliyah, KH Habib Luthfiy Ali bin Yahya datangnya Islam di bumi nusantara juga berlangsung karena sebab thariqat.

“Karena masuknya Islam ke bumi Nusantara, diawali dengan masuknya thariqat, jadi thariqat adalah peletak dasar bangunan NU. Kekuatan inilah yang menjadikan NU mengakar di tengah-tengah jama’ah dan jamiyyahnya,” tutur Habib Lutfy dilansir dari Nu.or.id.

Sejarah telah membuktikan bahwa penyebaran agama Islam yang amat pesat berkat adanya campur tangan para ulama atau dikenal dengan Wali Allah, baik di India, Afrika Utara, Afrika Selatan, hingga Indonesia.

Di Indonesia terdapat banyak ulama-ulama yang andil dalam penyebaran Islam. Seperti Syekh Nuruddin Ar Raniri, Syekh Abdurrauf Singkly, Syekh Syamsuddin Sumatrani, dan masih banyak lagi sebagai tokoh penyebar ajaran Islam di Aceh. Khususnya di Jawa, terkenal 9 sosok legendaris yang dikenal dengan sebutan Walisongo.

“Jadi sufisme atau dalam Islam diberi nama tasawuf, bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dengan Tuhan. Intisari sufisme, adalah kesadaran akan adanya komunikasi rohaniah antara manusia dengan Tuhan lewat jalan kontemplasi. Jalan kontemplasi tersebut, dalam dunia tasawuf dikenal dengan istilah tarekat,” terang Habib Lutfy.

Tarekat sendiri dalam dunia tasawuf mulai muncul pada abad ke-6 dan ke-7 Hijriyah. Dalam perkembangan selanjutnya tarekat berkembang menjadi semacam organisasi yang berisi kegiatan wirid, dzikir, tetapi pada masalah yang bersifat duniawi.

Tidak dipungkiri kemunculan tarekat tak terhitung jumlahnya, sehingga kaum sufi mengelompokkannya menjadi 2 jenis. Pertama tarekat mu’tabarah, yakni thoriqoh yang muthasil (tersambung) sanadnya kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua terekat ghairu mu’tabarah, yaitu thoriqoh yang munfasil (tidak tersambung) sanadnya kepada Rasulullah.

Untuk menghindari penyimpangan, ormas agama terbesar di Indonesia NU meletakkan dasar-dasar sesuai khittah ahlussunnah waljamaah. NU membina keselarasan tasawuf Imam Al-Ghazali dengan tauhid Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, dengan hukum fikih sesuai dengan salah satu dari 4 Imam madzhab sunni.

Atas dasar itulah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) dibentuk. Kehadirannya memiliki misi untuk memberikan sebuah rambu-rambu kepada masyarakat tentang tarekat yang mu’tabar dan ghairu mu’tabar.

Organisasi ini secara de facto terbentuk pada Juni 1979 M atau bertepatan dengan bulan Rajab 1399 H. Namun bibit-bibit organisasi ini muncul saat Muktamar NU ke-26 di Semarang. Sedangkan seacara amaliyahnya, tarekat ini sudah ada sejak Nabi Muhammad SAW diutus menyebarkan agama Islam di bumi.

Organisasi ini pun diinisiasi oleh ulama-ulama Indonesia yang berpaham ahlus sunnah wal jamaah. Antara lain KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, Dr KH ldham Chalid, KH Masykur serta KH Muslih.

Jatman hadir sebagai wadah menetapkan tarekat yang mu’tabarah dan ghairu mu’tabarah. Serta memiliki tujuan awal untuk mengusahakan berlakunya syar’iat Islam dhahir-batin dengan berhaluan ahlussunnah wal jamaah yang berpegang salah satu dari mazhab empat, mempergiat dan meningkatkan amal saleh dhahir-batin menurut ajaran ulama saleh dengan baiah shohihah; serta mengadakan dan menyelenggarakan pengajian khususi/ tawajujuhan (majalasatudzzikri dan nasril ulumunafi’ah).

Jatman pertamakali melaksanakan muktamarnya pada  10 Oktober 1957 atau tanggal 20 Rajab di Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang. 1377 H dan diprakarsai oleh beberapa ulama dari Magelang dan sekitarnya, seperti KH Chudlori, KH Dalhar, KH Siradj, serta KH Hamid Kajoran. 

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Artikel IslamiKajian AgamaTarekatThariqoh Mu'tabarah

Related Posts

Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 167 menekankan manusia bukan sumber kebenaran.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 167: Manusia Bukan Sumber Kebenaran

17 November 2025
Suluk Maleman edisi 166 mengangkat tema "Sejarah Dimulai Dari Rumah" yang menyoroti peran ibu sebagai pusat peradaban dan pentingnya pendidikan dalam keluarga menghadapi tantangan kapitalisme.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 166: Ibu Adalah Punjer Peradaban

20 Oktober 2025
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.
Artikel

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

22 September 2025
Load More
Next Post
Zana, Korban Penipuan Investasi Kapal di Pati saat menghadiri persidangan. (Istimewa/Harianmuria.com)

Korban Penipuan Investasi Kapal di Pati Geram Terdakwa Utomo Divonis Bebas

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS