GROBOGAN, Harianmuria.com – Wakil Bupati Grobogan sekaligusKetua Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG), Sugeng Prasetyo, menemukan banyak dapur penyedia MBG tidak memenuhi standar pengelolaan limbah dan sanitasi.
Temuan tersebut berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Sugeng menyebutkan persoalan yang paling banyak ditemukan berkaitan sistem sanitasi dan pengelolaan limbah. Mayoritas dapur MBG belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai. Kemudian di wilayah Ngurangan, Kuripan, diketahui belum memiliki IPAL sama sekali.
Tim juga menemukan masih banyak peralatan dapur belum menggunakan material stainless steel. Sejumlah rak, meja kerja, hingga perlengkapan pengolahan makanan masih menggunakan bahan kayu maupun material lain yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Sugeng turut menyoroti tata kelola penyimpanan bahan makanan. Di beberapa dapur masih ditemukan bahan makanan yang disimpan campur dalam satu freezer maupun ruang penyimpanan tanpa pemisahan sesuai standar keamanan pangan.
Menurutnya, pola penyimpanan tersebut harus segera dibenahi karena berpotensi menimbulkan kontaminasi silang yang dapat memengaruhi kualitas makanan.
Pihaknya mengimbau kepada para pengelola SPPG untuk segera berbenah sesuai standar operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
“Semua kekurangan harus segera diperbaiki. Dalam waktu tiga minggu harus sudah ada progres yang jelas. Jika tidak ada perubahan sesuai standar yang ditetapkan, operasional SPPG bisa dihentikan secara permanen,” tegas Sugeng, Rabu, 11 Juni 2026.
Sementara itu, mitra SPPG Purwodadi 3, Yayan, mengaku menerima seluruh masukan dari tim evaluasi. Pihaknya berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap, terutama pada aspek penggunaan peralatan stainless steel, pembangunan IPAL, serta penataan ruang produksi.
“Kami akan melakukan pembenahan secara bertahap sambil tetap menjaga pelayanan kepada penerima manfaat. Saat masa libur sekolah nanti perbaikan akan lebih dioptimalkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hartoyo, pengelola SPPG Sidomputat. Ia mengakui sebagian sarana dan peralatan dapur belum sepenuhnya memenuhi standar karena saat awal operasional fokus utama adalah percepatan pelaksanaan program.
Meski demikian, pihaknya memastikan berbagai perbaikan terus dilakukan agar seluruh fasilitas dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa










