BLORA, Harianmuria.com – Polemik penyerapan tebu petani ke Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) masih berlangsung sejak operasional pabrik berhenti karena kerusakan mesin pada musim giling tahun 2025.
Setelah demo para petani tebu pada Kamis, 2 April 2026, PG GMM Blora akhirnya mengungkapkan skema penyerapan tebu untuk musim giling tahun ini.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia, mengatakan bahwa Bulog bersama PG GMM akan mengalihkan penyerapan tebu petani Blora ke pabrik lain.
“Solusi yang ditempuh adalah melalui skema pengalihan penyerapan tebu ke pabrik gula lain yang beroperasi dengan harga yang wajar. Terkait pelaksanaannya akan dibahas melalui FTK (Forum Temu Kemitraan),” ungkap Sri pada Rabu, 15 April 2026.
Sri menyebut kondisi teknis PT GMM saat ini belum memungkinkan untuk melaksanakan proses giling tahun 2026. Menurutnya, solusi tersebut dapat ditempuh sebagai jalan tengah.
Bulog sebagai pemegang saham mayoritas PT GMM, sambung Sri, sudah mengajukan hasil kajian perbaikan mesin untuk mendapatkan persetujuan pemerintah pusat selaku regulator.
“PT GMM juga memastikan bahwa FKT, nantinya tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga menghasilkan langkah operasional yang jelas dan dapat langsung diimplementasikan (diterapkan) di lapangan,” bebernya.
Dengan langkah ini, tambah Sri, PT GMM berharap situasi yang hingga saat ini sudah berjalan kondusif dapat terus dijaga bersama-sama, baik masyarakat maupun petani tebu.
“(Langkah ini) Sekaligus memastikan bahwa kepentingan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” harapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











