BLORA, Harianmuria.com – Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini, meminta pengawasan harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) diperketat hingga tingkat pengecer. Langkah ini menyusul keluhan masyarakat terkait lonjakan harga yang mencapai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tabung menjelang lebaran 2026.
Wabup Rini menegaskan LPG subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil sehingga kenaikan harga di tingkat pengecer dinilai tidak tepat sasaran.
“Gas LPG 3 kilogram ini kan subsidi, untuk masyarakat kecil. Kalau harganya melambung tinggi di pengecer, tentu ini tidak tepat sasaran dan harus segera ditindaklanjuti,” katanya saat meninjau SPPG Kamolan, Blora, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menjelaskan, meskipun pasokan LPG subsidi untuk Blora telah ditambah oleh Pertamina, pengawasan menjadi sulit setelah distribusi melewati pangkalan.
“Karena apa? Kalau sudah dari agen ke pangkalan, pangkalan sudah turun, itu hak mereka. Itu jadi kalau kita mengejar ke mana ini gas ke mana itu repot,” sambungnya.
Ia menyebut peningkatan kebutuhan LPG terjadi signifikan selama Ramadan hingga menjelang lebaran. Kondisi ini dipicu bertambahnya pelaku UMKM, khususnya penjual makanan berbuka puasa dan produsen camilan Lebaran.
“Walaupun dikasih banyak, namun kebutuhannya juga banyak, kan sama saja. Jadi kenapa seperti ini? Karena pedagang kecil-kecil semakin banyak, mulai dari alun-alun sampai jalan pemuda itu kurang lebih 100 UMKM. Itu baru di satu tempat, belum ke wilayah (kecamatan) lainnya,” jelasnya.
Wabup Rini mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan agen dan distributor guna memastikan distribusi LPG subsidi berjalan lancar serta harga kembali stabil sesuai ketentuan.
Ia juga mengimbau para pengecer agar tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Jadi saya mohon ke penjual, khususnya pengecer untuk tidak menjual melampaui harga. Dan, harapnya di lebaran ini harga di bawah Rp25 ribu lah, kasian masyarakat. Harapan saya cuma itu,” katanya.
“Kita tahu kok harga yang sebenarnya. Insyaallah harga agen dan pangkalan jualnya standar. Yang repot ini yang bawah (pengecer),” sambungnya.
Terkait isu kelangkaan, Wabup Rini memastikan stok LPG subsidi dalam kondisi aman. Ia menegaskan distribusi harus segera dilakukan setelah pasokan tiba di pangkalan dan tidak boleh ditimbun.
“Ketika gas (LPG) datang harus segera didistribusikan dan nggak bisa ditandon, soalnya besok harus setor lagi. Konyol kalau ditandon,” tandasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











