Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

Sekar Sari by Sekar Sari
01 Februari 2023 11:52
in Artikel, Kesehatan
0 0
Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Zaman kini, mental illness atau gangguan mental sudah umum terjadi pada siapapun, terutama remaja. Menurut WHO (World Health Organization), satu dari lima anak-anak dan remaja di seluruh dunia mengalami gangguan mental.

Ada lebih dari 200 jenis mental illness yang diketahui, dengan gejala dan tingkat keparahan yang beragam, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga psikosis.

Lalu, apa hubungan mental illness dengan kanker?

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia.  Kanker terjadi ketika ada mutasi genetik pada sel, sehingga sel tersebut tumbuh tidak normal. Menurut data Globocan (Global Cancer Observatory), pada tahun 2018 angka kasus baru tercatat 348.809, dan mengalami peningkatan menjadi 396.914 pada tahun 2020. Pada 2021, WHO memperkirakan 10 juta jiwa meninggal dunia karena kanker setiap tahunnya dan bahkan, 70 persen angka kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang, salah satunya Indonesia.

Semua aspek kehidupan penderita kanker mengalami perubahan setelah terdiagnosa. Banyak metode pengobatan kanker yang umum digunakan, yakni kemoterapi, operasi pengangkatan sel kanker, radioterapi, imunoterapi, hingga memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel.

Dalam praktiknya, penanganan kanker di Indonesia masih memiliki hambatan, seperti ketimpangan jumlah fasilitas, hingga terbatasnya jumlah tenaga medis khusus kanker yang kewalahan menangani sekian banyak pasien. Inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia.

Lalu, bagaimana nasib mental seorang penderita kanker?

Setiap orang berpotensi mengalami gangguan mental, salah satu faktornya yaitu penyakit fisik kronis. Dengan angka kematian setinggi itu, maka tidak sedikit penderita kanker yang menyerah akan hidup. Terus memikirkan maut yang akan segera menjemputnya. Kekhawatiran akan kematian memenuhi kepalanya. Perasaan sedih, putus harapan, kehilangan minat terhadap apa yang disukai, dan berakhir patah semangat untuk sembuh. Pikiran-pikiran inilah penyebab munculnya mental illness dalam diri penderita, seperti stres, depresi hingga gangguan kecemasan.

Penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas, penurunan konsentrasi, dan perubahan kemampuan seksual sangat mempengaruhi psikologis penderita, yang menyebabkan tidak stabilnya mental.

Pasien dengan penyakit fisik yang parah memiliki gangguan mental setidaknya dua kali lebih banyak dari populasi umum. Sekitar 25 persen wanita mengalami apatis pasca operasi payudara. Dua sampai lima dari sepuluh orang penderita penyakit kronis mengalami gangguan mental emosional, sama meningkatnya dengan jumlah penderita penyakit kronis di Indonesia. Inilah mengapa dukungan dari lingkungan sangat berpengaruh terhadap penderita.

Dukungan ini berupa konseling, edukasi, dukungan spiritual, hingga dukungan kelompok yang kini sudah banyak dikembangkan oleh masyarakat. Karena banyaknya penderita kanker yang memiliki gangguan mental, sangat penting bagi pelayanan kanker untuk menyediakan pelayanan terintegrasi dan komprehensif di bidang onkologi.

Inilah mengapa peringatan Hari Kanker Sedunia, yang pertama kali dibentuk pada tahun 2000 dan telah diinaugurasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) sangat dibutuhkan, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat agar lebih sadar dan bermawas diri terhadap penyakit tersebut. Selain itu, Peringatan Hari Kanker Sedunia juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit tersebut.

Diperingati pada 4 Februari di seluruh penjuru dunia, Indonesia juga salah satu negara yang turut memeriahkan peringatan ini dengan berbagai kegiatan, seperti penyuluhan, senam bersama, jalan sehat, dan kegiatan sosial lainnya.

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya? | Harianmuria

Nuhla Maulidia (seorang pelajar yang harus kehilangan ibu kandungnya karena kanker)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelKankerMental Illness

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
Calon Jamaah Haji asal Indonesia. (Antara/Harianmuria.com)

Pati Dapat Kuota Haji 1.300-an Jamaah

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS