Jumat, Januari 9, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Menelusuri Sejarah dan Keunikan Masjid Jami’ Kajen yang Lekat Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin

Menelusuri Sejarah dan Keunikan Masjid Jami’ Kajen yang Lekat Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin

Sekar Sari by Sekar Sari
08 September 2022 13:36
in Artikel
0 0
ILUSTRASI: Penampakan Masjid Jami' Kajen yang menyimpan banyak peninggalan dan ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin. (Instagram @basitagung/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Penampakan Masjid Jami' Kajen yang menyimpan banyak peninggalan dan ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin. (Instagram @basitagung/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Kabupaten Pati merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat pendidikan dan penyebaran agama Islam. Para tokoh ulama sering kali menggunakan masjid sebagai tempat untuk berdakwah.

Seperti yang ada di desa kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, terdapat sebuah masjid tua berusia lebih dari 300 tahun sekaligus sebagai peninggalan dari Syekh Ahmad Mutamakkin. Sayangnya, tahun berdirinya masjid ini tidak diketahui secara pasti.

Masjid Jami’ Kajen memiliki arsitektur bercorak Jawa dengan model kubah tumbang sari layaknya Masjid Agung Demak. Meskipun mengalami tiga kali pemugaran, tapi keaslian dari masjid ini tetap dijaga.

Masjid ini dulunya berbentuk persegi. Namun setelah direnovasi, masjid ini ditambah sayap (serambi masjid) sehingga bertambah lebar. Sedangkan pada dinding bagian depan dan dalam bangunan, didominasi kayu jati yang diyakini berusia ratusan tahun. Meskipun demikian sampai saat ini kondisi kayu  masih terlihat cukup kuat. Sementara  lantai masjid ini menggunakan tegel yang sederhana, sehingga menambah nuansa kuno.

Terdapat beberapa peninggalan yang berada di masjid Jami’ Kajen ini dan masih terawat hingga sekarang.

Mimbar Masjid

Mimbar ini terbuat dari kayu jati dengan pahatan dan oranmen yang begitu rapi serta memiliki nilai seni tinggi. Masyarakat Kajen meyakini bahwa mimbar tersebut merupakan hasil karya dari Mbah Mutamakkin.

Ornamen simbolik dalam masjid kajen menurut para ahli sejarah memiliki pesan wasiat dari Syekh Ahmad Mutamakkin kepada penerus perjuangan dakwahnya. Ornamen kuntul mucuk bulan yang terukir di mimbar masjid gambar dua burung bangau atau kuntul sedang mematuk bulan sabit. Kuntul diibaratkan orang yang sedang menuntut ilmu dan bulan lambang kejayaan, cahaya ilmu yang menerangi gelapnya kebodohan.

Simbol naga memiliki makna sufistik dari keteguhan menahan diri dari rasa lapar berupa puasa, tirakat fisik maupun psikis. Dengan tirakat para pelajar dengan mudah memahami ilmu yang dipelajari. Masyarakat setempat meyakini bahwa dua kepala ular naga tersebut  milik Aji Saka (tokoh legenda sejarah masuknya Islam di Tanah Jawa yang dianggap juga peletak penaggalan tahun saka).

Ada sebuah rumor mengatakan, barangsiapa yang sengaja menyentuh mimbar itu dengan tujuan tidak baik, orang tersebut akan geblak atau langsung seketika terjatuh tidak tertolong. Hal ini dikarenakan, Mbah Mutamakkin juga dipercaya memiliki santri jin atau ghaib yang menjaga peninggalan sang guru.

Di bagian samping mimbar ada gambar simbol gajah berlambang sebuah kekuatan atau dorongan nafsu manusia. Trisula yang digenggam gajah adalah senjata untuk melawan nafsu tersebut. Ornamen sulur bunga teratai yang mekar diujungnya adalah doa untuk para penerus perjuangan Syekh Ahmad Mutamakkin untuk hidup mulia dan khusnul khotimah. Pesan-pesan dan makna simbolik tersebut bertujuan agar manusia tersebut mencapai predikat insan kamil.

Adapun pada papan bersurat yang berada di samping mimbar, berisi wasiat dan ajaran-ajaran tarikat Syekh Mutamakkin.

Soko Guru

Soko guru merupakan empat tiang penyangga atau biasa di sebut soko guru ini mempunyai arti “hati”.

Dua Tiang Penyangga Masjid

Dua tiang penyangga ini terletak di paling depan atau biasa di sebut Soko Nganten. Berdasarkan penuturan sesepuh Kajen Mbah Toyib yang juga penjaga masjid, bahwa  Soko Nganten itu salah satu bangunan yang masih asli dari pendirinya Mbah Mutamakkin. Sebenarnya, Soko Nganten itu ada jumlahnya ada empat. Namun dua Soko Nganten ditaruh (ditempelkan) di bawah mimbar.

Sumur

Letak sumur ini berada di selatan masjid. Saat perenovasian masjid, sumur ini sempat sementara ditutup. Masyarakat meyakini bahwa air yang ada di sumur ini dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan penyakit.

Kaligrafi

Selain dari bangunan yang megah dan masih terasa nuansa kuno, di masjid Jami’ Kajen juga ada kaligrafi yang indah. Kaligrafi yang terletak di langit-langit masjid  ini memiliki nilai filosofi dan sufistik seni tinggi. Sebagaimana sang guru, Syekh Ahmad Mutamakkin yang merupakan guru tarikat.

Itulah sejarah singkat pendirian masjid Jami’ Kajen yang menyimpan banyak filosofi dan ajaran dari sang guru, yakni Syekh Ahmad Mutamakkin. (Kontributor Uin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info PatiMasjid Jami' KajenpatiSYEKH AHMAD MUTAMAKKIN

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
MASIF: Satpol PP Pati menggelar razia kos-kosan di wilayah Kecamatan Juwana, Rabu (7/9). (Aziz afif/Harianmuria.com)

Razia Kos, Belasan Pasangan Tidak Resmi Diciduk Satpol PP Pati

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Molor Seminggu, Pencairan Gaji ASN Blora Rp55,5 Miliar Mulai Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS