Kamis, Januari 8, 2026
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Kegagalan Hari Itu Bukanlah Akhir

Kegagalan Hari Itu Bukanlah Akhir

Sekar Sari by Sekar Sari
09 Februari 2023 17:04
in Artikel, Kesehatan
0 0
Ilustrasi anak dengan Down Syndrome. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi anak dengan Down Syndrome. (Freepik/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

Harianmuria.com – Blitar, 14 Februari beberapa tahun silam pejuang Indonesia yang tergabung dalam batalion Pembela Tanah Air (PETA) wilayah Blitar yang dipimpin oleh Shodanco Soeprijadi melakukan aksi untuk melawan kekejaman  pemerintah Jepang. Hal itu bermula ketika Shodanco Suprijadi cemas akan nasib Indonesia di bawah pendudukan pemerintah Jepang yang selalu ditindas dan dikeruk kekayaannya, bahkan pemerintah Jepang juga mengingkari janjinya sebagai pelindung Asia.

Selan itu, PETA yang merupakan organisasi militer di bawah kepemimpinan Jepang juga merasakan diskriminasi dengan diwajibkan memberi hormat kepada tentara Jepang yang bahkan pangkatnya lebih rendah dari mereka. Akhirnya Shodanco Suprijadi mengumpulkan pasukannya dan merencanakan pemberontakan. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari Soekarno, Moh. Hatta, dan beberapa pemuda gerakan bawah tanah, Shodanco Suprijadi tetap kukuh dengan pendiriannya yakni melawan pemerintah Jepang dengan sasaran Markas Militer Jepang wilayah Blitar, yang berada di Hotel Sakura pada 14 Februari 1945 dini hari dengan menembakkan meriam. Karena ledakkan dari meriam muncul bentrok antara pasukan PETA dan pasukan Jepang wilayah Blitar. Namun sayang seribu sayang, pemberontakan ini berhasil digagalkan dan bahkan rencana pemberontakan diketahui oleh Jepang sebelum pemberontakan terjadi sehingga Jepang bisa melakukan antisipasi dan langsung mengumpulkan pasukan yang berada di Malang dan Kediri. Banyak dari anggota PETA berlarian dan ada yang menyerahkan diri. anggota PETA yang tertangkap oleh Jepang diberi hukuman penjara seumur hidup bahkan dihukum mati. Namun dari semua anggota PETA yang dimintai pertanggung jawaban pada 15 Februari 1945, pemimpin mereka, Shodanco Suprijadi tidak ditemukan keberadaannya.

 Meskipun hari itu bangsa Indonesia gagal mengambil haknya, namun semangatnya tetap menjalar hingga kini, bahkan bagi penyandang disabilitas sekalipun. Dalam UU No. 8 tahun 2016 pasal 1, yang berbunyi Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan fisik.

Ada beberapa jenis disabilitas yang  umum ditemukan. Beberapa diantaranya, gangguan penglihatan, tuli atau sulit mendengar, kondisi kesehatan mental disabilitas intelektual, cedera otak setelah lahir, gangguan spektrum autisme, atau disabilitas fisik.

Di kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang salah satu jenis disabilitas, yakni Down Syndrome atau Sindrom Down. Down Syndrome adalah kelainan genetik yang paling umum terjadi, dan dapat menyebabkan masalah terkait kesehatan seperti gangguan jantung dan pencernaan. Anak yang mengalami gangguan ini tidak sedikit yang mengalami kecacatan seumur hidup dan bahkan harapan hidupnya lebih pendek.

Apa Penyebabnya?

Umumnya, sel pada tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. Satu kromosom pada setiap pasangan berasal dari ayah dan lainnya dari ibu. Dan sel akan membelah yang menghasilkan tubuh memiliki 46 kromosom. Namun, bagi penderita down syndrome terjadi kegagalan pembelahan sel gamet pada proses Meiosis I ataupun Meiosis II, sehingga mengakibatkan terjadinya kelebihan kromosom 21 sel gamet yang nantinya akan menghasilkan salinan tiga kromosom 21 dan mengakibatkan bayi memiliki 47 kromosom. Menurut National Downs Syndrome Society, semakin tua usia ibu hamil, kemungkinan melahirkan bayi down syndrome juga semakin tinggi.

Tapi, apakah down syndrome bisa dicegah? Bagaimana caranya? Melansir dari laman klikdokter, di bawah ini adalah cara mencegah down syndrome yang bisa diterapkan.

Yang pertama, hamil di usia yang dianjurkan, baik usia Ibu maupun Ayah. Kedua, cukupi kebutuhan asam folat saat hamil, karena zat gizi ini terbukti efektif mencegah kelainan yang mungkin terjadi pada janin. Ketiga, lakukan pemeriksaan antenatal secara rutin dan teratur, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah segala kelainan yang mungkin terjadi. Keempat, hindari paparan bahan-bahan berbahaya, hindari rokok dan alkohol karena dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur. Kelima, terapkan pola makan sehat. Keenam, olahraga rutin. Ketujuh, istirahat yang cukup. Dan yang terakhir, merencanakan kehamilan dengan penuh persiapan.

Karena dilahirkan sebagai anak yang istimewa, penyandang down syndrome memiliki IQ yang dianggap rendah yakni berkisar antara 50 – 70 ketika manusia yang lebih sehat memiliki IQ 85 – 115. Namun hal ini tidak membuat semangat yang dimiliki penyandang down syndrome menurun. Meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki, penyandang down syndrome mampu memiliki prestasi yang bisa membuat semua orang berdecak kagum.

Stephanie Handojo atau yang kerap dipanggil Fani adalah salah satu penyandang down syndrome. Meskipun terlahir sebagai anak yang diberi karunia spesial dari tuhan, Fani memiliki segudang prestasi yang gemilang. Pada tahun 2009 di Semarang, tepatnya saat Fani berusia 18 tahun ia berhasil mencatat Rekor MURI Anak Berkebutuhan Khusus yang memainkan 22 lagu secara nonstop dengan piano. Di tahun berikutnya, yakni tahun 2010 Fani meraih prestasi renang di ajang Singapore National Games. Tak hanya itu pada tahun 2011, Stephanie berhasil menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas di Special Olympics World Summer Games di Athena Yunani, untuk nomor 50 meter gaya dada. Puncaknya pada tahun 2012, Fani menjadi perwakilan Indonesia sebagai salah satu pemegang obor Olimpiade London di Nottingham. Pada tahun 2013 Fani kembali mendapatkan medali emas di ajang Special Olympics Asia Pacific 2013 di Australia.

Semangat juang yang telah berhasil ditorehkan oleh pejuang PETA dan Stephanie seharusnya membuat kita tersadar, bahwa setiap manusia memiliki keistimewaan dalam mencapai kesuksesannya masing-masing. Selamat hari peringatan pemberontakan PETA, kita harus percaya bahwa setiap kegagalan adalah langkah awal menuju kesuksesan.

Putri Sofiana, Siswi SMA Modern Al Rifa’ie Gondanglegi, Kabupaten Malang

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelDown SyndromeKesehatan

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
Komisaris Utama Lingkar Media Group, Agus Sunarko, S.STP., MSi. (Lingkar Media Group)

Melawan Arogansi Ganjar, Komut LMG Agsun: Minta Maaf atau Proses Hukum

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025

Berita Trending

  • Belasan tahun rusak tanpa perbaikan, warga Desa Nglebur, Jiken, Blora swadaya memperbaiki jalan sepanjang 60 meter dengan dana patungan dan gotong royong.

    Belasan Tahun Rusak, Warga Nglebur Blora Swadaya Perbaiki Jalan 60 Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah, Begini Cara Bedakan Kartu Keluarga Asli dan Salinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guru ASN Blora Sumringah, Anggaran Rp40,73 Miliar Cair untuk Gaji ke-13 dan THR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wartawan Dilarang Liput Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora, Warga Blokade Akses Masuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Kudus Periksa 10 Pegawai Buntut Video Viral Asusila, 2 Orang Dibebastugaskan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS