BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora menggelar festival literasi dengan tema “Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia”di halaman Perpusda selama empat hari mulai Rabu, 14 Oktober 2026.
Pelaksanaan Festival Literasi Blora yang mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI melalui dana alokasi khusus nonfisik, serta melibatkan komunitas hingga pegiat literasi.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan bahwa festival literasi menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat tingkat literasi masyarakat, khususnya pelajar. Penguatan budaya literasi juga menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing masyarakat.
“Kita ingin membangun masyarakat Blora yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.
Menurut Bupati Arief, Pemkab Blora juga melaksanakan berbagai program lainnya untuk mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat ke wilayah desa dan kelurahan.
Sejumlah program yang telah dijalankan di antaranya Sedekah Buku, Gebyar Literasi di berbagai wilayah Kabupaten Blora, serta pengukuhan Bunda Literasi dan Duta Baca tingkat desa/kelurahan.
Selain itu, berbagai pelatihan, lomba, dan kegiatan pengembangan perpustakaan juga digelar untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan informasi.
Arief berharap, Festival Literasi Blora tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Namun, acara tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, dari penguatan literasi diharapkan mampu membentuk masyarakat yang cerdas, berkarakter, kreatif, produktif, dan berdaya saing hingga ke seluruh wilayah Blora.
“Harapan saya, festival ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” katanya. (adv)
Jurnalis: Eko WIcaksono
Editor: Ulfa











