JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara menggencarkan penemuan kasus tuberculosis (TBC) dengan memperluas cakupan skrining.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemberantasan TBC.
Menurutnya, tantangan penanggulangan TBC di Jepara masih cukup besar. Dari target penemuan 3.000 kasus baru pada 2026, hingga saat ini baru sekitar 1.900 kasus yang berhasil ditemukan.
“Karena itu, kita terus mendorong percepatan skrining dan penemuan kasus. Kita dukung penuh program Presiden Prabowo yang dalam sektor kesehatan mau memberantas TBC,” ujarnya pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Jepara akan memperkuat keterlibatan berbagai pihak, termasuk kader TBC yang membantu menemukan kasus serta mendampingi masyarakat dalam proses penanganan penyakit tersebut.
Selain itu, Pemkab Jepara berencana memberikan insentif bagi kader TBC Rp500 ribu per bulan mulai bulan depan. Namun, realisasi kebijakan itu masih menunggu penerbitan surat keputusan (SK).
“Tadi ada kabar baik juga bahwa kader-kader TB mendapat insentif Rp500 ribu per bulan mulai bulan depan, tergantung SK-nya,” katanya.
Sementara itu Pemkab Jepara menargetkan skrining TBC di 161 lokus. Hingga Oktober 2026, pemerintah sudah melaksanakan skrining di 107 titik lokus.
Capaian tersebut mendapat apresiasi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau pelaksanaan program penanggulangan TBC di Jepara pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Pada kesempatan itu, Benjamin juga mengapresiasi Pemkab Jepara yang memperluas skrining TBC terhadap masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menemukan kasus lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Saya senang bahwa kita melakukan program untuk melakukan skrining ketat terhadap kontak erat TB di Kabupaten Jepara. Ditargetkan 161 titik, tadi sudah berlangsung di 107 titik,” kata Benjamin.
Kendati begitu, Benjamin mengatakan bahwa skrining TBC harus terus dievaluasi agar penemuan kasus dan penanganan TBC semakin optimal.
Evaluasi tersebut juga mencakup pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis, pengembangan layanan puskesmas, serta rencana revitalisasi RSUD R.A. Kartini.
Benjamin menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan capaian CKG tertinggi di Indonesia. Pelayanan kesehatan melalui program Speling turut mendukung upaya mendekatkan akses dokter spesialis kepada masyarakat.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











