BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 840 siswa dari 106 SMP negeri dan swasta mengikuti Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SMP tingkat Kabupaten Blora 2026.
Ketua Penyelenggara MAPSI SMP Blora 2026, Sunaryo, mengatakan terdapat 13 cabang lomba yang dipertandingkan, baik perorangan maupun beregu.
Di antaranya Cerdas Cermat Islam (CCI), pidato putra dan putri, tilawatil Quran, tartil Al-Quran, tahfidz, adzan, kaligrafi, dan rebana.
Lomba CCI diikuti 69 sekolah dengan 207 peserta. Sedangkan rebana diikuti 11 sekolah dengan 187 peserta. Khusus rebana, peserta juga memperebutkan penghargaan aransemen terbaik dan vokalis terbaik.
Juara pertama setiap cabang, kata dia, akan mewakili Blora pada MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, 13-15 November 2026. Perlombaan tingkat provinsi digelar di Balaikota Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang.
“Tahun ini lomba MAPSI tingkat provinsi akan dilaksanakan di Balaikota Semarang dan SMA Negeri 3 Semarang. Para juara di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Blora,” kata Sunaryo, yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Sunaryo berharap kontingen dari Kabupaten Blora kembali mempertahankan tradisi prestasi di tingkat provinsi.
“Semoga Kabupaten Blora dapat meneruskan tradisi tahun-tahun sebelumnya yang selalu pulang membawa piala dan prestasi dari tingkat provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengatakan MAPSI tersebut tidak sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat sekaligus penguatan karakter dan nilai keagamaan siswa.
“Luar biasa, kegiatan ini diikuti 106 SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Blora dengan jumlah peserta mencapai 840 siswa,” ujar Bupati Arief, saat membuka kegiatan tersebut, di halaman Kantor Dinas Pendidikan Blora, Selasa, 6 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar pelajar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri dan nilai agama.
“Anak-anak Blora harus menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi tidak kehilangan jati diri, cerdas secara akademik, tetapi juga kuat iman dan akhlaknya,” pesannya.
Bupati Arief juga meminta agar peserta menjunjung kejujuran dan sportivitas serta tidak berkecil hati bagi peserta yang belum mendapatkan juara.
“Bagi yang belum mendapatkan juara jangan berkecil hati. Yang mendapatkan juara jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Menurutnya perlombaan ini sejalan dengan Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang dikembangkan Pemkab Blora. Program tersebut tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan nilai keagamaan.
Pemkab Blora juga berupaya memperluas SSN ke jenjang SMA dan MA. Dinas Pendidikan Blora tengah mengajukan draf nota kesepahaman kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di SMA.
Bupati Arief menuturkan pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora untuk jenjang MA. Jika disetujui, Blora berpeluang menjadi daerah percontohan penerapan SSN tingkat SMA di Jawa Tengah.
“Program Sekolah Sisan Ngaji yang kita jalankan di Blora mendapat respons positif. Ke depan akan dilakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk penerapan SSN di tingkat SMA,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Utia Lil











