GROBOGAN, Harianmuria.com – Pelaku usaha perikanan di Kabupaten Grobogan menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif pada bisnis sektor perikanan, terutama terkait harga.
Djaiz Hirmawan mengungkapkan harga ikan di tingkat pengusaha mengalami kenaikan dengan beroperasinya dapur penyedia MBG.
“Untuk saat ini dengan adanya MBG untuk pasarnya itu bagus sekali. Kondisi itu berbeda ketika waktu MBG libur, terjadi penurunan harga di petani,” ujarnya.
Menurutnya, saat SPPG beroperasi, permintaan ikan meningkat juga diikuti harga yang makin bersaing. Saat ini harga ikan di petani berkisar Rp20.000, sedangkan harga di pasar berkisar 25.000.
Sebaliknya, ketika dapur SPPG libur atau tidak beroperasi, harga ikan cenderung mengalami penurunan. Selisihnya bisa mencapai sekitar Rp2.000.
Djaiz berpendapat potensi pasar bisnis sektor perikanan di Grobogan semakin tinggi, khususnya ikan lele dan nila. Apalagi kebutuhan konsumsi masyarakat belum seluruhnya dapat dipenuhi dari petani ikan lokal.
“Untuk Kabupaten Grobogan itu potensinya lumayan bagus, tapi kebutuhan kita yang banyak sekali dengan jumalh penduduk sekitar 1,5 juta, kita kurang untuk memenuhi itu. Kita membutuhkan daerah sekitar untuk menyuplai,” bebernya.
Namun, menurutnya, budi daya ikan di Grobogan masih menemui sejumlah kendala terutama ketersediaan air terutama saat musim kemarau. Pasalnya, air menjadi komponen penting dalam bisnis budi daya ikan.
“Saat musim hujan tidak bersamasalah, tapi saat kemarau penyusutan sumber air itu sangat berpengaruh. Kedua masalah pakan, harganya mulai naik secara perlahan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











