REMBANG, Harianmuria.com – Puluhan tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang habis berhenti kerja imbas masa kontrak habis per 31 Agustus 2026.
Lantaran tenaga kebersihan kosong, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) DLH turun langsung menyapu jalan.
Kepala DLH Rembang, Ika Himawan Affandi, mengatakan terdapat 61 tenaga outsourcing yang kontraknya habis. Mereka terdiri 40 petugas kebersihan pasar dan 21 petugas kebersihan jalan.
“31 Agustus ini kontraknya sudah selesai. Instruksi Pak Bupati menunggu APBD perubahan. Sebenarnya anggarannya sudah ada, tetapi perubahan ini belum disahkan oleh pemerintah,” kata Ika saat diwawancara pada Selasa, 1 September 2026.
Kondisi tersebut membuat DLH mengambil langkah sementara. ASN yang selama ini bertugas di lingkungan kantor diterjunkan untuk menjaga kebersihan jalan.
Mulai pagi hari, mereka menyapu sejumlah ruas jalan utama secara bergiliran. Di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Kartini, Jalan Dr Wahidin, Jalan Dr Sutomo hingga kawasan Alun-alun Rembang.
“Selama menunggu ini nanti teman-teman mulai hari ini ikut bersih-bersih bersama sepanjang jalan. Jadi nanti tiap pagi melakukan pembersihan,” ujarnya.
Ika menyebut DLH saat ini memiliki 62 personel yang bertugas di lingkungan kantor. Untuk sementara, mereka akan dilibatkan dalam kegiatan kebersihan kawasan perkotaan.
Pola kerja tersebut akan dibuat secara bergiliran agar pelayanan dan pekerjaan rutin di lingkungan DLH tetap berjalan.
“Tadi saya monitor sudah cukup bagus, nanti seminggu kita evaluasi. Jadwalnya kita rolling atau kita rotasi,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan upaya DLH memastikan kebersihan jalan tetap terjaga sembari menunggu proses pengesahan APBD Perubahan.
Persoalan tenaga kebersihan ini berkaitan dengan penyesuaian kebutuhan anggaran di DLH.
Sebelumnya anggaran gaji tenaga outsourcing telah disiapkan untuk kebutuhan selama 12 bulan. Namun, terdapat tambahan personel PPPK dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Indagkop) yang kemudian memengaruhi kebutuhan anggaran tenaga kebersihan.
“Anggaran sebenarnya sudah dianggarkan 12 bulan untuk gaji outsourcing. Tapi ada limpahan PPPK dari Indagkop yang ditarik kembali karena diangkat PPPK. Jadi kita menambah personel. Nah, tambahan personel ini hanya cukup untuk bulan Agustus,” pungkasnya.
Untuk sementara, ASN DLH Rembang harus turun langsung ke jalan untuk memastikan kawasan perkotaan tetap bersih di tengah masa tunggu pengesahan APBD Perubahan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











