• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Hama Tikus Merajalela di Todanan Blora, Banyak Petani Gagal Panen

Rosyid by Rosyid
27 Agustus 2026
in Blora, News
71 2
Petani mengecek taman jagung di lahan pertanian di salah satu desa wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

Petani mengecek taman jagung di lahan pertanian di salah satu desa wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

560
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Serangan hama tikus di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, semakin meluas. Dari 25 desa, sebanyak 22 desa dilaporkan terdampak. Hama pengerat itu tidak hanya merusak tanaman padi, tetapi juga jagung, tebu, timun, tomat, hingga cabai.

Meluasnya serangan membuat sejumlah petani memilih membiarkan lahannya tidak ditanami. Mereka khawatir tanaman yang sudah dibudidayakan kembali rusak sebelum menghasilkan panen.

Bahkan, tiga desa yang sebelumnya relatif aman, yakni Dringo, Gunungan, dan Kajengan, kini mulai ditemukan serangan tikus.

Petani Desa Karanganyar, Saifuddin, mengatakan gangguan tersebut sudah dirasakan sejak akhir 2024. Namun, dalam perkembangannya, jumlah tikus semakin banyak hingga menyebabkan tanaman gagal dipanen.

“Sekarang tidak ada tanaman. Tahun lalu ada yang menanam, tetapi habis. Tebu tidak bisa panen, padi juga begitu,” ujar Saifudin, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Saifuddin, kerusakan terjadi sejak tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan. Pada padi, tikus menggigiti batang hingga tanaman roboh. Sementara pada jagung, serangan berlangsung sejak tanaman masih muda dan ketika berbuah hanya menyisakan bonggol.

Tanaman tebu pun tak luput dari serangan. Bagian bawah batang digerogoti hingga menyebabkan tanaman tumbang.

Saifudin mengatakan beragam metode pengendalian telah dicoba petani, tetapi belum mampu menghentikan serangan secara menyeluruh.

“Berbagai upaya sudah kami lakukan. Mulai racun tikus, gropyokan, pagar plastik, berjaga malam, hingga membuat rumah burung hantu. Namun, hasilnya belum maksimal,” ungkapnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi perekonomian warga. Sejumlah petani mulai meninggalkan aktivitas pertanian dan beralih menjadi kuli pasir maupun buruh kasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Saifuddin, perantauan juga menjadi pilihan bagi sebagian warga, termasuk anak muda lulusan SMK. Mereka memilih bekerja di Sumatera dan Kalimantan, terutama di sektor pertambangan yang dianggap menawarkan penghasilan lebih baik.

“Sudah dua tahun ada tanduran tapi tidak panen. Tidak menutup modal awal, diganggu tikus, belum lagi modal pupuk,” tambahnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Ngaliman membenarkan tingginya populasi tikus di wilayah Todanan. Ia menyebut kondisi musim hujan yang mendukung aktivitas bercocok tanam turut membuat ketersediaan makanan bagi tikus terjaga.

“Musim hujan kemarin bagus untuk menanam. Sehingga tikus beranak terus karena tersedia pangan,” jelasnya.

Pemkab Blora, lanjut Ngaliman, telah melakukan upaya pengendalian bersama kelompok tani di wilayah terdampak. Langkah yang dilakukan antara lain pemberantasan hama secara bersama-sama serta penyediaan pestisida.

Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya juga mendorong pengembangan rumah burung hantu sebagai salah satu metode pengendalian populasi tikus secara alami.

“Selain itu, rumah burung hantu dikembangkan sebagai pengendalian jangka panjang,” singkatnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Todanan, Heri, menambahkan bahwa serangan besar-besaran tersebut diduga berkaitan dengan perpindahan tikus dari kawasan hutan menuju lahan pertanian.

Ia menduga berkurangnya sumber makanan di kawasan hutan mendorong tikus mencari sumber pangan baru di persawahan. Saat kemarau, hewan tersebut juga cenderung berkumpul di lokasi yang memiliki sumber air.

“Jagung habis dari hutan kelihatannya mereka migrasi ke sawah. Itu yang membuat serangannya masif,” ujarnya.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Blorahama tikus
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, Balai Karantina Ungkapkan Hal Ini

Next Post

Tingkatkan Keterampilan, Pekerja Konstruksi di Pati Dibekali Standar Pemasangan Baja Ringan

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

by ulfa puspa
17 Oktober 2026
552

BLORA, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora meminta Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan diri terhadap wacana penerapan kembali kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas pada tahun...

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

SMPN 1 Sambong Blora Sedang Direvitaliasi, 192 Siswa Belajar di Luar Kelas

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
523

BLORA, Harianmuria.com – SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi Rp1,9 miliar tahun anggaran 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dengan...

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
637

BLORA, Harianmuria.com – Kabupaten Blora kembali menarik perhatian investor internasional di sektor energi terbarukan. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Blora menerima kunjungan dari calon investor asal Jepang, Toho Gas,...

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

Diresmikan Sejak Awal 2022, DPRD Blora Soroti Operasional Bendungan Randugunting 

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
525

BLORA, Harianmuria.com – Setelah diresmikan pada awal tahun 2022, pemanfaatan air baku Bendungan Randugunting dirasa belum optimal. Oleh karena itu DPRD Kabupaten Blora meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Berobat pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora cukup hafal NIK atau bawa KTP.

Cukup Hafal NIK! Cara Mudah Berobat Pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora

15 Juli 2025
704
Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

Siapa Peduli Saat Pers Lokal Sekarat?

9 Juni 2025
627

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya