• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Peminat Budi Daya Kerang Hijau di Rembang Minim Meski Potensi Pasar Tinggi

ulfa puspa by ulfa puspa
27 Agustus 2026
in Rembang, Highlight, News
74 3
POTRET: Budi daya kerang hijau di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

POTRET: Budi daya kerang hijau di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

591
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Rembang mengungkap minat budi daya kerang hijau masih minim meskipun tingkat konsumsinya cukup tinggi.  

Kepala Bidang Budidaya DKP Rembang, Pramujo, mengatakan budi daya kerang hijau memiliki peluang pasar yang besar karena tingkat konsumsi masyarakat terbilang tinggi.

“Untuk peminat atau konsumsi masyarakat sebenarnya cukup tinggi, tetapi untuk pembudidayanya sendiri masih minim. Sementara potensi pasarnya masih besar,” kata Pramujo, Kamis, 27 Agustus 2026.

Budi daya kerang hijau dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Salah satu tantangan dalam budi daya kerang hijau adalah waktu tunggu hingga siap dipanen. Pembudidaya harus menunggu kerang tumbuh sebelum dapat dipasarkan.

Meski demikian, DKP Rembang terus mendorong pengembangan budi daya kerang hijau melalui pembinaan.

“Peran kami saat ini sifatnya pembinaan kepada para pembudidaya,” jelasnya.

Salah satu pembudidaya kerang hijau di Desa Purworejo, Kuslan, menceritakan bahwa aktivitas budi daya di wilayahnya bermula dari warga yang lebih dahulu mencoba usaha tersebut.

Melihat hasil yang cukup menjanjikan, masyarakat lainnya kemudian tertarik. Perkembangan tersebut semakin terasa sejak sekitar 2021, ketika sejumlah warga mendapatkan bantuan pribadi berupa sarana budi daya.

“Awalnya ada tetangga yang membuat kerang hijau. Hasilnya lumayan. Kemudian ada yang memberikan bantuan pribadi berupa bambu dan perlengkapan untuk warga yang mau mencoba,” ujar Kuslan.

Dari yang semula hanya beberapa orang, jumlah warga yang ikut membudidayakan kerang hijau terus bertambah.

Kuslan menyebut, pada periode awal terdapat sekitar 42 orang yang mendapatkan bantuan sarana budi daya dari pengusaha pabrik Bulu Raya berupa Batang bambu atau kayu berukuran besar untuk metode tancap, drum kosong (plastik atau besi) sebagai pelampung jika memakai rakit apung, tali PE atau jaring kolektor tempat menempelnya bibit kerang (spat).

Seiring waktu, sebagian pembudidaya kemudian menambah sendiri sarana budidayanya karena melihat peluang pendapatan yang semakin menjanjikan.

“Berjalan 6 sampai 7 bulan, alhamdulillah hasilnya lumayan. Tahun berikutnya masih ada bantuan lagi. Lama-lama karena masyarakat ingin penghasilannya lebih besar, ada yang menambah sendiri,” katanya.

Kini, permintaan kerang hijau dari Purworejo terbilang cukup tinggi. Bahkan, hasil budi daya di kawasan RT 03 RW 02 disebut kerap habis terserap pasar.

Dalam kondisi normal, permintaan dapat mencapai sekitar 7–8 kuintal per hari. Sedangkan pada momentum tertentu seperti Tahun Baru dan Lebaran, kebutuhan pasar dapat meningkat hingga sekitar 3 ton, 3,5 ton, bahkan mencapai 4 ton.

“Kalau sehari sampai tujuh kuintal hingga delapan kuintal. Kalau musim Tahun Baru sama Lebaran bisa sampai tiga ton, tiga setengah ton, bahkan empat ton,” ungkapnya.

Pasarnya pun tidak hanya berada di sekitar Kabupaten Rembang. Kerang hijau hasil budi daya warga Purworejo telah dipasarkan ke sejumlah daerah, seperti Jepara, Pati, Juwana, Kudus, Semarang hingga Weleri Kabupaten Kendal.

Dari sisi harga, kerang hijau saat ini berada di kisaran Rp7.000–Rp7.500 per kilogram. Dengan kapasitas produksi dan permintaan tersebut, Kuslan menyebut omzet pembudidaya dapat mencapai sekitar Rp10 juta per bulan.

Kuslan mengapresiasi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang terhadap para pembudidaya kerang hijau. Menurutnya, pihak dinas telah beberapa kali datang langsung ke lokasi untuk melihat aktivitas budidaya masyarakat.

“Dari dinas sudah beberapa kali datang ke lokasi. Kalau tidak salah sekitar empat kali datang dan melihat langsung lokasi,” ujarnya.

Menurut Kuslan, kunjungan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap potensi ekonomi yang tumbuh dari masyarakat pesisir.

Ia berharap pembinaan dapat terus dilakukan dan diikuti dukungan sarana produksi. Sebab, kebutuhan pembudidaya relatif sederhana, namun penting untuk keberlangsungan usaha, seperti bambu dan tali untuk media budidaya.

“Kalau nelayan seperti ini yang dibutuhkan itu bambu, tali tambang bekas kapal, sama tali ukuran sekitar empat milimeter. Itu saja sebenarnya sudah membantu,” jelasnya.

Selain bantuan sarana, pembudidaya juga berharap adanya penataan maupun sertifikasi lokasi budidaya sehingga keberadaan masing-masing area dapat lebih jelas dan tertata.

Kuslan menilai, apabila dukungan tersebut terus diperkuat, budidaya kerang hijau berpeluang menjadi salah satu sektor ekonomi unggulan masyarakat pesisir Purworejo.

“Harapannya dari dinas kelautan bisa memberikan solusi. Kalau ada bantuan-bantuan untuk pembudidaya, alhamdulillah, itu sangat membantu,” pungkasnya.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Rembangkabupaten rembangPemkab Rembangrembang
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Gangguan Kesehatan Mata Anak Usia Dini di Kudus Meningkat, Ini Faktornya

Next Post

Tradisi Meron di Sukolilo, Komisi D DPRD Pati Serukan Semangat Nguri-uri Budaya

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

by ulfa puspa
17 Oktober 2026
581

REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang ditarget rampung akhir tahun 2026. Sementara itu progres pembangunan hingga Oktober mencapai 77 persen atau...

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
526

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
525

REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengajak masyarakat membiasakan diri menabung sekaligus berani mengembangkan usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, budaya menabung dan pemanfaatan akses permodalan secara...

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
545

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Jabat Ketum PBNU, Ini Sekilas Profil hingga Jejak Bisnis Abdul Hakim Mahfudz

Jabat Ketum PBNU, Ini Sekilas Profil hingga Jejak Bisnis Abdul Hakim Mahfudz

31 Agustus 2026
690
1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

31 Maret 2026
580

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya