REMBANG, Harianmuria.com – Desa Gambiran, Kecamatan Pamotan akan mewakili Kabupaten Rembang sebagai desa yang berkinerja baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Rembang, Eko Prasetyo Widjanarko, mengatakan terpilihnya Desa Gambiran karena dinilai mampu mengintegrasikan kebijakan, dana desa dan inovasi lokal dalam upaya pencegahan stunting.
“Ada tujuh kriteria indikator penilaian seperti pelaksanaan rembug stunting untuk perencanaan tahun berikutnya, kinerja KPM, kinerja pemerintah desa dan inovasi dari desa tersebut,” kata Eko pada Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, awalnya terdapat 10 desa yang masuk nominasi desa berkinerja baik pencegahan stunting. Dua desa kemudian gugur karena pernah mengikuti lomba yang sama. Dari delapan desa yang tersisa, Desa Gambiran ditetapkan sebagai desa dengan nilai tertinggi.
Salah satu keunggulan Gambiran adalah inovasi KUPASTI (Kunjungan Pasangan Usia Subur Risiko Tinggi). Melalui program ini, petugas memberikan pendampingan kepada pasangan usia subur yang memiliki risiko stunting.
“Dari delapan desa itu dipilih Desa Gambiran karena melakukan pendampingan kepada pasangan usia subur yang berisiko stunting,” ujarnya.
Penilaian dilakukan melalui verifikasi bukti dukung di lapangan oleh tim yang terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, PKK dan tenaga pendamping desa.
Penilaian Desa Berkinerja Baik mencakup beberapa aspek utama, yakni rembuk stunting, termasuk perencanaan program, pelibatan berbagai unsur, identifikasi masalah dan potensi desa serta tindak lanjut hasil rembuk dalam Musdes.
Pelaksanaan P3S, meliputi data sasaran, posyandu, Village Scorecard, edukasi dan tata kelola TP3S/RDS.
Kinerja KPM, terutama pemantauan dan pelaporan Village Scorecard, pemantauan kelompok sasaran serta konsolidasi data.
Kemudian, komitmen desa berupa regulasi P3S dan dukungan anggaran melalui RKPDes serta APBDes.
Pembinaan kelembagaan P3S, termasuk kader posyandu, TPK, KPM, peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan.
Monitoring dan evaluasi, baik oleh pemerintah desa maupun supra desa.
Inovasi desa, yang menjadi salah satu nilai penting dalam melihat praktik baik pencegahan stunting.
Salah satu data yang menjadi pendukung penilaian adalah eHDW atau electronic Human Development Worker, yaitu sistem atau aplikasi berbasis web dan seluler yang dikembangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk membantu Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam mendata, memantau dan melaporkan pelaksanaan pencegahan stunting di tingkat desa.
Berdasarkan data eHDW yang digunakan dalam penilaian, Desa Gambiran mencatat capaian 96,24 persen.
Di Kecamatan Pamotan, terdapat 20 desa dalam data tersebut. Beberapa capaian tertinggi yakni Gegersimo 97,88 persen, Pragen 96,51 persen, Tulung 96,19 persen, Japerejo 96,09 persen, Gambiran 96,24 persen, Mlagen 95,81 persen, Bamban 92,78 persen, Ngemplakrejo 91,52 persen dan Kepohagung 91,03 persen.
Desa lainnya yaitu Sumbangrejo 90,08 persen, Samaran 88,36 persen, Joho 88,03 persen, Segoromulyo 87,29 persen, Sendangagung 86,40 persen, Sidorejo 84,64 persen, Pamotan 83,34 persen, Mlawat 82,83 persen dan Sumberejo 76,80 persen. Sedangkan Desa Ringin tercatat 0 persen.
Di tingkat Kabupaten Rembang, beberapa desa juga mencatat capaian eHDW tinggi. Di antaranya Desa Sudan, Kecamatan Kragan sebesar 99,24 persen, dan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori sebesar 99,14 persen.
Meski demikian, penetapan Desa Berkinerja Baik tidak hanya berdasarkan angka eHDW. Penilaian juga melihat berbagai bukti pelaksanaan program, kinerja KPM dan pemerintah desa, komitmen anggaran, kelembagaan, monitoring serta inovasi yang dijalankan.
Eko mengatakan penilaian Desa Berkinerja Baik dilakukan setiap tahun dan desa terpilih dari Kabupaten Rembang dikirim untuk mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Setiap tahun ada penilaian Desa Berkinerja Baik dan selalu kita kirim ke Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Pada tahun sebelumnya, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, menjadi desa dari Rembang yang masuk kriteria Desa Berkinerja Baik. Tahun ini, giliran Desa Gambiran membawa nama Kabupaten Rembang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











