PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyoroti penanganan masalah krisis air bersih saat kemarau yang kerap kali hanya berupa distribusi air.
Ali berpendapat bahwa penyaluran air bersih merupakan solusi cepat tetapi tidak menjamin kebutuhan dalam jangka panjang. Oleh karena itu ia mendorong Pemkab Pati mencari dukungan untuk mencari solusi nyata dan berkelanjutan.
“Harus ada tindaklanjut dari pemerintah daerah. Kalau pemerintah daerah tidak mampu ya minta bantuan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” katanya belum lama ini.
Pihaknya juga mendorong pemerintah memetakan dan mendata wilayah dan sumber air rawan kekeringan sebagai dasar solusi jangka panjang masalah krisis air bersih.
“(Langkah) jangka panjang juga harus dipikirkan harus ada tindakan yang nyata,” tegasnya.
Sementara itu sebelumnya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada Jumat, 31 Juli 2026 menyebut pemrintah akan mengalokasikan anggaran 2027 untuk membangun sarana penampungan air sebagai solusi masalah kekeringan.
“Kita ingin membangun tempat-tempat penampungan air sehingga ketika musim kemarau datang, distribusi air bisa dilakukan dari lokasi terdekat dan lebih cepat menjangkau masyarakat,” ujarnya. (adv)
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











