PANGKALPINANG, Harianmuria.com — Kementerian UMKM berkolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia (Barantin) menerbitkan dokumen ketelusuran (traceability) komoditas unggulan daerah, sebagai syarat wajib dimiliki pelaku UMKM untuk mengekspor produk.
"Inilah yang kita cari, bagaimana semua produk di Indonesia memiliki traceability untuk memastikan kejelasan asal usul produk dari hulu hingga hilir," kata Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman di Pangkalpinang, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya dokumen traceability sangat penting, mengingat Indonesia adalah nomor dua terbesar memiliki keanekaragaman hayati setelah Brazil di pasar global.
"Ini luas sekali dan itulah kekayaan alam Indonesia, sehingga perlu dokumen ketelusuran komoditas ekspor unggulan daerah, misalnya Provinsi Kepulauan Babel memiliki komoditas lada putih atau Muntok White Pepper yang telah dikenal di pasar global," ujarnya.
Ia menekankan arti penting dokumen penetapan dan kartu ketelusuran produk ini dimiliki semua pelaku UMKM, karena dokumen ini syarat mutlak ekspor bagi pelaku usaha di negeri ini.
"Tadi saya sempat ke Museum Timah Indonesia di Kota Pangkalpinang dan mendapatkan batik bermotif lada putih merupakan komoditas unggulan Provinsi Kepulauan Babel," katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Karantina Tumbuhan Barantin, Dian S.R. Kusumastuti menilai ekspor komoditas pertanian dan perkebunan seperti lada putih perlu diikuti penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Mulai dari kualitas produksi, pemenuhan standar, ketertelusuran hingga kesiapan pelaku usaha memenuhi persyaratan negara tujuan.
"Kami terus mendukung pelaku usaha melalui edukasi dan pendampingan, pemenuhan persyaratan teknis, ketertelusuran, serta pemeriksaan dan tindakan karantina pada tahap pelalulintasan dan ekspor," ujarnya.
Pihaknya pun berharap ekspro lada Bangka dapat langsung diekspor melalui Bangka Belitung, tidak lagi dari Tanjung Priok Jakart.
“Kita dorong agar ekspor lada ini dapat dilakukan langsung dari Bangka Belitung, sehingga nilai tambah dan manfaat ekonominya dapat lebih banyak dirasakan oleh daerah, petani, dan UMKM,” tandasnya.
Editor: Asih











