• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ratusan Monyet Ekor Panjang Serbu Lahan Petani Gunungkidul, Tanaman Pangan hingga Gubuk Rusak

Basuki by Basuki
12 Agustus 2026
in DIY
64 3
Kawanan monyet ekor panjang kembali menyerbu lahan pertanian warga Gunungkidul saat kemarau, merusak tanaman pangan dan gubuk petani.

Ilustrasi: Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Taman Nasional Baluran, Situbondo. (Antara)

519
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GUNUNGKIDUL, Harianmuria.com – Kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) kembali menyerbu lahan pertanian warga di Padukuhan Kelor, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ratusan monyet ekor panjang membuat petani resah karena tidak hanya memakan tanaman pertanian, tetapi juga merusak gubuk yang digunakan warga untuk beraktivitas di lahan.

Salah satu warga, Tukadi, mengatakan serangan monyet ekor panjang sudah kerap terjadi, terutama saat musim kemarau. Pada periode tersebut, kawanan satwa liar turun ke area pertanian untuk mencari sumber makanan.

“Monyet yang datang bisa ratusan ekor, biasanya saat pagi atau sore. Mereka tidak hanya menjarah ketela, kacang, dan tanaman pangan lainnya di lahan pertanian, tapi juga merusak gubuk petani,” tuturnya belum lama ini.

Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk mengurangi kerusakan, termasuk memasang jaring pelindung tanaman. Namun, cara tersebut belum mampu menghentikan serangan kawanan monyet.

Kondisi itu membuat petani berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi untuk mengurangi konflik antara masyarakat dan satwa liar tanpa melanggar aturan perlindungan satwa.

“Mudah-mudahan ada solusi untuk penanggulangan dari pemerintah. Kami tidak berani menembak (monyet) atau memburunya, takut melanggar aturan pemerintah,” kata Tukadi.

Dukuh Kelor, Budi Sukarno, mengatakan konflik antara warga dengan monyet ekor panjang telah berlangsung cukup lama. Namun, intensitas serangan meningkat ketika musim kemarau tiba.

“Puncak serangan terjadi saat kemarau, mulai sekitar Juni. Tanaman pangan, bahkan rumput untuk pakan ternak habis dimakan monyet,” ujarnya.

Serangan tersebut membuat warga harus menghadapi kerugian tidak hanya dari tanaman pangan yang rusak, tetapi juga fasilitas sederhana yang digunakan untuk mendukung aktivitas bertani.

Pemerintah Kalurahan Kemadang telah melaporkan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Warga berharap penanganan dapat dilakukan untuk mengurangi konflik manusia dengan satwa liar tanpa menimbulkan persoalan baru.

Persoalan monyet ekor panjang di Gunungkidul sebelumnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan konflik antara monyet ekor panjang dan masyarakat.

Salah satu langkah jangka pendek yang dilakukan adalah program pemberian pakan kepada kawanan monyet. Program tersebut dibiayai melalui Dana Keistimewaan dengan anggaran Rp160 juta pada 2026.

Pemberian pakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kemungkinan kawanan monyet keluar dari habitatnya dan memasuki lahan pertanian warga untuk mencari makanan.

Selain langkah jangka pendek, DLH Gunungkidul bekerja sama dengan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun strategi penanganan populasi monyet ekor panjang.

Salah satu rekomendasi yang muncul adalah pengendalian populasi melalui vasektomi, terutama terhadap monyet yang menjadi pemimpin koloni.

“Vasektomi pada monyet hanya salah satu opsi karena masih ada beberapa alternatif lain. Untuk menekan potensi konflik, maka populasi monyet harus ditekan,” tutur Edy.

Menurut Edy, populasi monyet ekor panjang di Gunungkidul diperkirakan telah mencapai lebih dari 1.000 ekor yang tersebar di 80 kalurahan.

Jurnalis: Lingkarnews Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: berita barantin hari iniberita jogjaberita jogja hari iniberita makaka monyet ekor panjangekspor makaka monyet ekor panjang ke AS dan Chinakontroversi ekspor makaka monyet ekor panjangmonyet ekor panjang
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

Next Post

Ketua DPRD Pati Dukung Kebijakan Sektor Peternakan yang Memihak Rakyat

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

by Basuki
12 Agustus 2026
528

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Bhabinkamtibmas bersama warga memasang kandang jebakan untuk mengamankan monyet ekor panjang yang meresahkan warga Desa Jrebengkembang Pekalongan.

Teror Monyet Ekor Panjang Resahkan Warga Jrebengkembang Pekalongan

by Basuki
23 Desember 2025
560

Teror monyet ekor panjang liar meresahkan warga Desa Jrebengkembang, Pekalongan. Polisi bersama warga pasang kandang jebakan demi keamanan.

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
518
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
521

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kabupaten Blora yang menyimpan keindahan di wisata alamnya. (Instagram @nshoim/Harianmuria.com)

10 Wisata Alam di Blora yang Masih Asri dan Paling Menarik, Wajib Dikunjungi Wisatawan

19 Oktober 2022
1.2k
Ilustrasi anak yang tengah demam salah satu gejala DBD karena nyamuk aedes aegepty. (Freepik/Harianmuria.com)

Waspada Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, Kenali Gejala DBD pada Anak di Musim Hujan

15 Oktober 2022
570

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya