GROBOGAN, Harianmuria.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Gulat Piala Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan resmi digelar di GOR Bung Karno, Purwodadi, pada 24–26 Juli 2026. Ajang tersebut diikuti 120 atlet dari 20 kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta menjadi bagian dari pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet gulat berprestasi.
Selain Kejurprov, panitia juga menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) bagi pelajar tingkat SD dan SMP di Grobogan. Sebanyak 15 atlet ambil bagian dalam kategori tersebut sehingga total peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kejuaraan mencapai 135 orang.
Panitia Kejurprov Gulat Piala Kepala Disporabudpar Grobogan 2026, Sugiyanto, mengatakan kejuaraan berlangsung selama tiga hari dengan mempertandingkan kategori yunior dan kadet.
“Kejurprov Gulat ini diadakan tiga hari. Ada 15 peserta untuk Kejurkab tingkat SD dan SMP di Kabupaten Grobogan dan 120 atlet dari 20 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terbagi dalam kelas yunior dan kadet,” ujar Sugiyanto.
Kejuaraan dibuka oleh Kepala Disporabudpar Grobogan, Wahono, dan dihadiri Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan Uky Juli Setiawan, perwakilan KONI Grobogan, serta tamu undangan lainnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan piala dengan desain berbeda. Trofi dibuat dari kayu jati dan dibentuk menyerupai Tugu Simpang Lima, yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Grobogan.
Sugiyanto mengatakan penggunaan material kayu jati sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kerajinan khas daerah kepada para peserta yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Tengah.
“Jika dulu menggunakan piala berbentuk trofi, sekarang kami menggunakan kayu jati. Kami juga mengangkat kerajinan khas Grobogan dengan membentuknya menyerupai Tugu Simpang Lima,” jelasnya.
Ketua PGSI Grobogan, Uky Juli Setiawan, menjelaskan kategori yunior mempertandingkan 17 kelas yang meliputi gaya bebas putra, gaya grego, dan gaya bebas putri. Sementara kategori kadet mempertandingkan 11 kelas yang terdiri atas gaya bebas putra dan gaya bebas putri.
Menurutnya, Kejurprov Gulat menjadi sarana penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga sejak usia muda.
“Harapannya, adanya event ini semoga nanti bisa meningkatkan minat dari warga, khususnya anak-anak di Grobogan, untuk mengikuti olahraga gulat. Dengan ini bisa memunculkan atlet-atlet yang memiliki prestasi sampai tingkat internasional,” kata Uky.
Ia berharap kejuaraan tersebut mampu mendorong lahirnya atlet-atlet muda yang dapat mengharumkan nama Grobogan dan Jawa Tengah pada berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











