KUDUS, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mendukung program pembangunan Jembatan Garuda di Kota Kretek.
Dukungan ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kudus, Mardijanto, saat ikut meresmikan Jembatan Garuda di Dukuh Kedungmojo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus pada Kamis, 23 Juli 2026.
Jembatan Garuda di Kedungmojo tersebut merupakan bagian dari program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang dilaksanakan Kodim 0722/Kudus.
Mardijanto menilai pembangunan Jembatan Garuda mampu mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya yang berada di daerah-daerah terpencil. Dengan mobilitas yang semakin mudah, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat.
Pembangunan Jembatan Garuda di Dukuh Kedungmojo akan memudahkan akses para petani tebu, terutama saat akan mengangkut hasil panen.
“Alhamdulillah pembangunan Jembatan Garuda ini dampaknya sangat positif sekali untuk warga masyarakat. Terutama untuk membantu memudahkan petani tebu saat akan membawa hasil panen,” kata Mardijanto.
Total ada delapan Jembatan Garuda yang akan dibangun di Kabupaten Kudus tahun ini. Empat di antaranya sudah selesai dibangun, yakni di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Desa Lau, Kecamatan Dawe; Desa Pedawang, Kecamatan Bae; dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo.
Sedangkan untuk empat jembatan lainnya masih proses pengerjaan, yakni berada di Desa Jetis, Kapuan Kecamatan Jati; Desa Rejosari, Kecamatan Dawe; Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu; dan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Targetnya, keempat jembatan ini bisa selesai dibangun pada bulan Agustus 2026 mendatang.
“Ada delapan Jembatan Garuda yang akan dibangun di Kabupaten Kudus. Pembangunan ini sangat membantu kemudahan akses bagi masyarakat, sehingga dampaknya perekonomian juga ikut meningkat,” ungkapnya.
Mardijanto mendukung agar program bantuan Jembatan Garuda yang diberikan oleh Kodim0722/Kudus ini bisa dilakukan di lebih banyak titik. Menurutnya, masih ada daerah-daerah di Kabupaten Kudus yang membutuhkan bantuan jembatan untuk memudahkan konektivitas masyarakat.
“Sebenarnya masih banyak lokasi yang membutuhkan, tapi memang prosesnya bertahap,” ujarnya.
Pihaknya menyebut akan mengusulkan sejumlah titik lokasi di Kabupaten Kudus yang memang masih membutuhkan bantuan pembangunan jembatan. Terutama untuk daerah-daerah di wilayah lereng Pegunungan Muria.
“Kami akan usulkan ke Kodim 0722/Kudus untuk lokasi yang memang membutuhkan bantuan jembatan. Terutama di wilayah pegunungan yang aksesnya masih sulit seperti di Kecamatan Dawe dan Kecamatan Gebog,” tuturnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andreasie, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda diprioritaskan pada lokasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, baik sebagai penghubung antar desa maupun antar dukuh.
“Tujuan pembangunan Jembatan Garuda tentu untuk konektivitas, sebagai penghubung antara desa maupun antar dukuh. Harapannya nantinya juga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya. (Adv)
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











