REMBANG, Harianmuria.com – Sebanyak 80 guru Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Rembang menerima bantuan insentif dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang, Rabu, 22 Juli 2026.
Masing-masing guru menerima bantuan sebesar Rp750 ribu. Bantuan tersebut diberikan kepada guru RA yang belum menerima insentif dari pemerintah maupun tunjangan sertifikasi.
Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Moh. Ali Anshory mengatakan guru RA termasuk dalam golongan ashnaf fii sabilillah sehingga berhak menerima manfaat dari dana zakat.
Ia menjelaskan, saat ini Baznas baru mampu memberikan bantuan kepada 80 guru karena keterbatasan dana yang dikelola setiap tahunnya.
“Kalau pendapatan Baznas mencapai Rp10 hingga Rp15 miliar per tahun, tentu kami bisa membantu lebih banyak guru RA yang masih membutuhkan perhatian. Namun saat ini pendapatan Baznas sekitar Rp4 sampai Rp5 miliar per tahun, sehingga baru 80 guru yang dapat kami bantu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, mengapresiasi dedikasi para guru RA yang tetap mengabdikan diri mendidik anak-anak meski menerima penghasilan yang relatif kecil.
Menurutnya, guru RA memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pendidikan dasar anak-anak sejak usia dini.
“Perjuangan guru RA sangat berat, tetapi mereka selalu tampil ceria dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” ungkap Mukson.
Di sisi lain, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Rembang, Sri Farida Ristiyana menegaskan bahwa Kemenag Rembang terus berkomitmen menyalurkan zakat yang dihimpun dari gaji dan tunjangan kinerja ASN Kemenag setiap bulan melalui Baznas.
“Kami bersama Baznas terus berupaya agar dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, termasuk bagi guru RA yang membutuhkan,” katanya.
Berdasarkan data Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Rembang yang disampaikan Nur Hamid, saat ini terdapat 207 guru RA di wilayah setempat. Sebanyak 107 guru telah bersertifikasi, sedangkan 100 guru belum bersertifikasi.
Untuk penerima insentif, tercatat 21 guru telah memperoleh insentif dari Kementerian Agama RI, sementara 79 guru lainnya belum menerima. Selain itu, masih ada 21 guru yang belum terdaftar dalam aplikasi Simpatika.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar











