JEPARA, Harianmuria.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara menggelar pelatihan digital marketing bagi kader sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Shima, Selasa, 21 Juli 2026, itu diikuti 70 kader Pokja II TP PKK tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Ketua Bidang II TP PKK Kabupaten Jepara, Ari Eriza, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.
“Melalui pelatihan ini kami ingin kader PKK memiliki keterampilan digital yang bisa diterapkan untuk mempromosikan produk UMKM dan UP2K. Harapannya, mereka menjadi penggerak pemasaran produk lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurut Ari, perkembangan platform digital membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas tanpa dibatasi wilayah.
Oleh karena itu, kader PKK diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus motivator bagi para pelaku UMKM agar lebih aktif memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usahanya.
Narasumber dari RussTuff Creativelabs Kudus, Fariddudin, menjelaskan digital marketing telah menjadi kebutuhan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar.
Berbagai platform seperti media sosial, marketplace, Google Business Profile, hingga WhatsApp Business dinilai efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
“Yang paling penting adalah konsistensi dalam menyajikan informasi dan membuat konten yang menarik agar produk semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.
Narasumber lain, Asih Setyowati, mendorong pelaku UMKM mulai mengoptimalkan Search Engine Optimization (SEO) dan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas pemasaran.
Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun ide konten, membuat deskripsi produk, hingga merancang strategi promosi yang lebih efektif.
“Teknologi hanyalah alat pendukung. Kreativitas, kualitas, dan keunikan produk tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah usaha,” terangnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











