REMBANG, Harianmuria.com – Regenerasi petani di Kabupaten Rembang mulai menunjukkan perkembangan positif. Di Kecamatan Sedan, para petani muda yang tergabung dalam Brigade Pangan Satya Tani mulai aktif mengembangkan pertanian modern dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan), sekaligus menggeluti berbagai komoditas pangan dan hortikultura.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sedan, Abu Bakar mengatakan Brigade Pangan Satya Tani menjadi wadah bagi petani milenial untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian.
“Petani milenial di Sedan saat ini tergabung dalam Brigade Pangan Satya Tani. Tujuannya memang untuk memodernisasi pertanian. Kami sudah mendapatkan bantuan alsintan berupa rotavator yang digunakan untuk membantu petani mengolah lahan agar lebih cepat dan efisien,” ujarnya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Abu Bakar, anggota Brigade Pangan Satya Tani di Kecamatan Sedan saat ini berjumlah sekitar 10 orang. Mereka mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari tanaman pangan seperti padi dan jagung hingga hortikultura berupa cabai, tomat, semangka, dan melon.
Selain memanfaatkan alsintan, para petani muda juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian. Pendampingan tersebut meliputi penguatan kelembagaan, penyusunan visi dan misi organisasi, hingga penyusunan program kerja agar kelompok dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Harapannya, Brigade Pangan ini bisa menjadi wadah yang mampu menarik lebih banyak anak muda untuk terjun ke dunia pertanian. Dengan dukungan alat pertanian yang semakin modern, produktivitas pertanian juga akan meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto berharap keberadaan petani milenial tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian, tapi juga mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kami berharap selain berperan di tempat masing-masing, mereka juga mampu mengajak pemuda-pemuda lain untuk aktif di dunia pertanian. Petani milenial harus menjadi petani yang inovatif dan mampu menjawab tantangan pertanian modern,” ujar Agus.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Rembang berencana melibatkan petani milenial dalam berbagai kegiatan, termasuk Rembang Expo. Selain itu, mereka juga aktif mendukung sejumlah program pertanian seperti Brigade Pangan untuk percepatan musim tanam padi.
Agus menambahkan, sektor hortikultura menjadi salah satu komoditas yang banyak dikembangkan petani milenial di Kecamatan Sedan, terutama cabai dan berbagai jenis sayuran.
“Dengan inovasi serta dukungan tambahan alsintan, kami optimistis petani milenial akan menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Rembang,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar











