REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memberikan pelatihan petugas sensus ekonomi agar mampu menyajikan data valid dan akurat untuk memetakan kondisi perekonomian.
Bupati Rembang, Harno, mengatakan keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas data yang dikumpulkan petugas di lapangan. Data yang akurat akan menentukan ketepatan arah kebijakan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah berupaya menghadirkan data yang lengkap, akurat, dan terpercaya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran. Kuncinya ada di petugas. Apabila data yang dikumpulkan valid, maka program-program pemerintah bisa berjalan dengan benar dan tepat sasaran,” ujarnya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Hasil sensus akan memberikan Gambaran utuh tentang kondisi ekonomi daerah. Dari data yang dihimpun, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor yang membutuhkan perhatian lebih, baik di bidang perikanan, pertanian, perdagangan, maupun sektor usaha lainnya.
“Setelah sensus selesai, nanti akan terlihat peta ekonomi daerah. Mana yang perlu sangat diperhatikan, apakah nelayan, petani, atau sektor lainnya. Dari situ pemerintah bisa menentukan langkah yang tepat untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.
Oleh karena itu, Harno mengingatkan agar seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Selain memahami metode pendataan, petugas diminta mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha agar informasi yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
Menurutnya, kesalahan data dapat berdampak besar terhadap arah pembangunan daerah, termasuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Laksanakan pendataan dengan jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Rembang, Jubaedi, mengatakan pelatihan petugas sensus ekonomi 2025 merupakan bagian penting dalam menyiapkan petugas yang andal sebelum terjun ke lapangan.
Peserta dibekali pemahaman mengenai standar operasional prosedur (SOP), metodologi sensus, konsep dan definisi pendataan, hingga penggunaan aplikasi berbasis telepon seluler.
Sebelum mengikuti pelatihan tatap muka, para peserta juga telah menjalani pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC) dan wajib memenuhi nilai ambang batas yang ditentukan BPS.
“Teman-teman ini sebelumnya sudah mengikuti pembelajaran mandiri, menonton seluruh video materi, dan melalui passing grade. Jadi mereka sudah memiliki bekal awal sebelum mengikuti pelatihan tatap muka selama tiga hari ini,” jelas Jubaedi.
Pelatihan yang diikuti ratusan petugas tersebut berlangsung selama tiga hari dan mencakup simulasi wawancara dengan pelaku usaha, pengisian kuesioner, hingga praktik penggunaan aplikasi pendataan digital.
Selain mendukung tersedianya data ekonomi yang akurat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga membawa dampak positif bagi daerah melalui penyerapan tenaga kerja sementara. Ratusan petugas lapangan direkrut untuk mendukung kegiatan pendataan yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Jubaedi berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara maksimal sehingga siap menjalankan tugas secara profesional dan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
“Harapannya, setelah pelatihan selesai, seluruh petugas siap melaksanakan pendataan secara profesional dan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas. Data yang baik akan menjadi fondasi penting bagi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











