KENDAL, Harianmuria.com – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meminta jajaran Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kendal periode 2026-2030 memperkuat peran dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah tantangan arus informasi digital.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Tika usai mengukuhkan pengurus FKUB periode 2026-2030 di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Selasa, 17 Maret 2026.
Bupati Tika berharap kepengurusan baru mampu menjadi ruang komunikasi yang efektif antar pemeluk agama di daerah.
“Karena kondisi saat ini dengan kemajuan teknologi berita-berita hoaks semakin mudah beredar dan yang ditakutkan banyak masyarakat yang terprovokasi. Sehingga harapannya FKUB dapat menjadi ruang konsolidasi yang akan menjaga kerukunan dan keberagaman umat beragama di Kendal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan FKUB menjadi penting sebagai wadah dialog dan koordinasi lintas agama, terutama untuk meredam potensi konflik akibat informasi yang tidak akurat.
Pengukuhan pengurus FKUB difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal.
Kepala Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap jajaran pengurus periode sebelumnya yang sudah berhasil menjaga toleransi umat beragama dengan baik,” kata Febi, sapaan akrabnya.
Ia juga mendorong kepengurusan baru untuk melanjutkan capaian tersebut sekaligus memperkuat program-program yang mendukung kerukunan.
Ketua FKUB Kendal yang baru dikukuhkan, Sajidin Noor, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan upaya mempererat hubungan lintas agama melalui berbagai kegiatan.
“Sehingga program-program kami akan selalu menyambung persaudaraan antarlintas agama. Kegiatan kami yang berlangsung kemarin adalah silaturahmi buka bersama di gereja. Yang pertama program kami adalah penguatan silaturahmi persaudaraan antar lintas agama, selanjutnya nanti kita akan rapat untuk membuat program 2027,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











