KUDUS, Harianmuria.com — Pemerintah Kabupaten Kudus mengkaji penyediaan bus untuk arus balik lebaran 2026 menyusul tingginya antusiasme masyarakat.
Sebagai informasi, Pemkab Kudus menyediakan 14 bus mudik gratis tahun ini untuk menjemput warga Kudus yang merantau di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Di balik tingginya minat pada program tersebut, muncul harapan baru dari masyarakat agar pemerintah juga menyediakan fasilitas arus balik gratis.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan bahwa dukungan lintas sektor menjadi kunci sukses terselenggaranya program mudik gratis.
“Ini capaian luar biasa karena dukungan dari berbagai pihak, baik dari komunitas masyarakat, Baznas, perusahaan swasta, hingga pemerintah daerah dan provinsi,” ujarnya di Pendopo Kudus pada Senin, 16 Maret 2026malam.
Kendati demikian, Bupati Sam’ani mengakui bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya berhenti pada arus mudik. Banyak pemudik yang berharap adanya fasilitas serupa untuk perjalanan kembali ke kota perantauan setelah Lebaran.
Menurut Bupati, usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Menurutnya, penyediaan armada arus balik dinilai memiliki tantangan tersendiri karena waktu kepulangan pemudik tidak seragam.
“Kalau arus balik ini tidak seperti mudik. Kepulangannya tidak bersamaan, ada yang seminggu, dua minggu, bahkan lebih. Jadi harus dihitung betul kebutuhannya,” jelasnya.
Pemkab Kudus akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengkaji kemungkinan penyediaan fasilitas arus balik gratis, termasuk menghitung jumlah armada yang dibutuhkan serta potensi dukungan dari pihak sponsor.
Salah satu peserta mudik gratis, Muhammad Soleh (41), mengaku program tersebut sangat membantu dirinya dan rombongan. Ia berharap ke depan layanan tidak hanya tersedia saat keberangkatan, tetapi juga saat kembali ke Jakarta.
“Kalau bisa ada juga untuk baliknya, karena sangat membantu. Apalagi bagi kami yang berangkat rombongan,” katanya.
Soleh yang berasal dari Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, tersebut mengaku baru pertama kali mengikuti program mudik gratis.
Ia berencana menghabiskan waktu sekitar dua minggu di kampung halaman sebelum kembali bekerja.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa











