REMBANG, Harianmuria.com – Kecamatan Lasem dikenal sebagai salah satu wilayah yang kaya sejarah dan budaya di Kabupaten Rembang. Di balik jejak peradaban yang panjang, tersimpan kisah tentang sosok ulama legendaris, Sayyid Abdurrahman, yang lebih akrab disapa Mbah Sambu.
Mbah Sambu dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran ajaran Islam di Lasem. Hingga kini, makamnya berada di area Masjid Jami’ Lasem, tepat di pusat Kota Lasem, dan menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi peziarah.
Pesarean tersebut menjadi bukti sejarah yang masih terjaga. Letaknya yang berada di kompleks Masjid Jami’ Lasem memperkuat peran Mbah Sambu dalam perkembangan Islam di wilayah pesisir tersebut.
Sejarawan Lasem, Abdullah Hamid, membenarkan bahwa Mbah Sambu merupakan salah satu ulama kharismatik yang memiliki kontribusi besar dalam berdirinya Masjid Jami’ Lasem bersama Mbah Srimpet atau Adipati Tejokusumo.
Menurut Abdullah, Mbah Sambu diundang ke Lasem oleh Adipati Tejokusumo untuk menjabat sebagai pemimpin agama (walinegara) di Kadipaten Lasem.
“Kehadiran beliau di Lasem bukan hanya untuk menyebarkan ajaran Islam, tetapi juga membangun fondasi kehidupan beragama masyarakat. Masjid yang beliau dirikan menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan agama,” ujarnya pada Rabu, 25 Februari 2026.
Mbah Sambu yang memiliki nama lengkap Syech Maulana Sam Bwa Asmarakandhi juga dikenal sebagai sosok yang bijaksana. Ia diyakini memiliki garis keturunan dari Joko Tingkir.
Abdullah menambahkan, hingga kini banyak ulama dan kiai yang mengklaim memiliki garis keturunan dari Mbah Sambu. Hal tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dan warisan yang ditinggalkan dalam perkembangan Islam di Lasem.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











