JEPARA, Harianmuria.com – Desa Tempur di Kecamatan Keling kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang lengkap.
Tak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menawan dan udara sejuk khas lereng Muria, desa ini kini memiliki daya tarik baru bagi para penikmat kopi: wisata pembuatan kopi di Kedai Ali.
Pengalaman Menyelami Pengolahan Kopi
Terletak di jalur utama wisata Tempur, Kedai Ali menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, tidak sekadar menikmati secangkir kopi hangat.
Pengunjung diajak menyelami proses pengolahan kopi dari hulu hingga ke cangkir. Mulai dari memilih biji, menyangrai, menggiling, hingga teknik seduh yang tepat.
Ali, pemilik kedai sekaligus peracik kopi lokal, menjelaskan bahwa konsep wisata ini sengaja dihadirkan untuk mengenalkan potensi kopi Tempur.
“Kami ingin pengunjung tahu bahwa kopi ini bukan sekadar minuman, tapi bagian dari budaya dan hasil kerja keras petani di Tempur. Di sini, mereka bisa belajar dan menyeduh kopi mereka sendiri,” ujarnya.
Kedai Ali memanfaatkan biji kopi robusta dan arabika hasil perkebunan warga Tempur, yang dikenal memiliki karakter rasa khas karena ditanam di ketinggian lebih dari 800 mdpl. Proses sangrai menggunakan tungku tradisional semakin menambah keaslian pengalaman.

Suasana Asri, Nyaman untuk Bersantai
Selain kegiatan edukatif, suasana kedai yang dikelilingi pepohonan, serta panorama pegunungan membuat wisatawan betah berlama-lama. Banyak pengunjung menjadikan tempat ini sebagai spot foto favorit hingga lokasi bersantai setelah menjelajah.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda, Kedai Ali di Desa Tempur adalah destinasi wajib. Belajar kopi langsung dari ahlinya, menikmati alam pegunungan, sekaligus membawa pulang biji kopi asli Tempur sebagai oleh-oleh, semuanya tersedia dalam satu kunjungan.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











