BLORA, Harianmuria.com – Puluhan warga Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora menggeruduk Kantor Desa Gadon pada Jumat pagi, 22 Agustus 2025. Mereka menuntut kompensasi akibat serbuan lalat yang berasal dari kandang ayam milik pengusaha setempat.
Warga di RT 3, 4, dan 5 RW 3 Desa Ngloram mengaku terganggu dengan serbuan ribuan lalat yang menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari bau menyengat, mual, hingga kasus diare. Pantauan di lapangan menunjukkan ada sembilan kandang ayam di Desa Gadon dan dua kandang di Desa Ngloram.
Warga Tuntut Kompensasi
Salah seorang warga, Joko Waluyo, mengungkapkan bahwa warga sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk menanggulangi lalat.
“Setiap hari warga harus menghabiskan uang puluhan ribu hanya untuk membeli lem perekat lalat. Kami meminta pengusaha ayam bertanggung jawab dan memberikan kompensasi,” tegasnya.
Bahkan, warga mengancam akan menuntut penutupan seluruh kandang ayam di wilayah mereka jika tuntutan tidak dipenuhi. “Selama ini mereka membuka kandang ayam tanpa persetujuan warga. Jadi wajar kalau masyarakat meminta tanggung jawab,” tambah Joko.
Pengusaha Ayam Janji Penuhi Tuntutan
Menanggapi hal itu, salah seorang pengusaha ayam, Sumarno, menyatakan pihaknya siap memenuhi permintaan warga. Ia mengakui adanya dampak dari usaha peternakan ayam dan berkomitmen melakukan evaluasi.
“Kami akan mengakomodir tuntutan warga dan memperbaiki sistem pengendalian lalat agar tidak menyerbu pemukiman. Ini jadi bahan evaluasi agar ke depan lebih berhati-hati,” jelasnya.
Mediasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Ngloram, Diro Beny Susanto, membenarkan adanya keluhan warga. Ia mengatakan, pada 19 Agustus 2025 lalu pihaknya menerima 18 perwakilan warga yang menyampaikan protes terkait wabah lalat tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan pemerintah Desa Gadon, akhirnya dilakukan pertemuan antara warga terdampak dengan para pengusaha ayam.
“Alhamdulillah, hari ini sudah ada kesepakatan antara warga dan pengusaha ayam. Semoga ke depan tidak ada lagi keluhan serupa. Kedua pihak kami harap saling menahan diri dan mencari solusi terbaik,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











