PATI, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di berbagai sektor.
Ketua DPRD Kabupaten, Ali Badruddin mengatakan, beberapa sektor yang ada di Kabupaten Pati dinilai masih kurang maksimal yakni di sektor pertanian, pendidikan dan kesehatan.
“Tentunya kalau menurut saya, sektor pertanian. Karena Pati kan Bumi Mina Tani ya. Kemudian sektor pendidikan, sektor kesehatan juga perlu ditingkatkan,” ujarnya saat rapat paripurna dengan agenda Rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Pati tahun anggaran 2025, Rabu, 31 Juli 2024.
Lebih lanjut, sektor yang perlu lebih diperhatikan yakni sektor kesehatan. Kepesertaan BPJS Kesehatan sudah mencapai 98 persen namun untuk keaktifannya masih 66 persen.
“Karena menurut UHC, BPJS di sini 98 persen. Baik yang di-cover oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi kemudian yang dibayar sendiri dan dibayar perusahaan,” jelasnya.
Ali berharap, keaktifan peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Pati harus menyamai jumlah kepesertaannya. Dengan cara itu, kesehatan masyarakat Kabupaten Pati akan terjamin.
“Kami berharap, masyarakat Kabupaten Pati mempunyai BPJS sesuai dengan UHC yaitu 98 persen. Artinya ketika masyarakat Kabupaten Pati berobat tidak akan kesulitan karena sudah tercover dalam asuransi,” harapnya.
Tak hanya Ali, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati juga turut menyoroti kinerja Pemda di beberapa sektor seperti Sumber Daya Manusia (SDM), pendidikan, ekonomi dan pembangunan.
“Pendidikan, SDM dan lain sebagainya ini menjadi perhatian dalam arti meningkatkan aktivitas ekonomi dan akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat otomatis menjadi peningkatan pembangunan di seluruh bidang yang ada di sini,” imbuhnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Harianmuria.com)











