PATI, Harianmuria.com – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah diumumkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari Komisi D, Roihan berharap estafet kepemimpinan ini tidak mempengaruhi sistem pendidikan.
Dirinya menilai, pergantian kabinet seringkali dibarengi dengan perubahan kurikulum. Hal itu akan membuat anak-anak dan juga para guru bingung karena harus melakukan penyesuaian kembali.
“Kalau kurikulum diganti terus nanti yang jadi korban anak-anak. Termasuk pemerintah jangan setiap pergantian pemerintahan diganti,” keluh Politisi dari Partai Nasdem ini.
Roihan memncontohkan pada kasus penerapan kurikulum KTSP yang kemudian digantikan dengan Kurikilum 2017 (K17). Menurutnya, para guru yang sudah nyaman dengan penerapan KTSP harus menyesuaikan diri lagi dengan kurikulum yang berlaku. Kebijakan inilah yang dirasa Roihan dapat menghambat kemajuan sektor pendidikan.
“Dulu saja kurikulum KTSP belum tuntas saja terus diganti (K 17), gurunya juga bingung,” tambahnya.
Untuk itu, pria asal Gunungwungkal ini berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan mengoptimalkan Kurikulum Merdeka Belajar yang saat ini sudah diterapkan. Sebab, ia menilai kurikulum yang sudah ada cukup baik dan tidak perlu digonta-ganti. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











