REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang terus mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian pada Semester I tahun 2026. Berbagai program dari pemerintah pusat maupun daerah mulai direalisasikan untuk mendukung target peningkatan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi sekitar 22 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Rembang.
“Sektor pertanian ini menjadi sektor kedua di PDRB Kabupaten Rembang setelah industri pengolahan. Artinya, ketika pertanian benar-benar bergerak dan hasilnya dirasakan masyarakat, maka ekonomi di Rembang juga akan bergerak,” ujar Agus pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, Dintanpan mendapat mandat untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat infrastruktur pendukung di lapangan.
“Kami mendapat banyak tugas dari Pak Bupati, utamanya meningkatkan produksi, produktivitas, sekaligus kesejahteraan petani kita,” katanya.
Pada Semester I 2026, Kabupaten Rembang memperoleh dukungan besar dari Kementerian Pertanian berupa pembangunan 25 unit jaringan irigasi tersier, 50 unit irigasi perpompaan (Irpom), 23 unit bangunan konservasi, 6 unit long storage, 1 dam parit, serta 4 paket Jalan Usaha Tani (JUT).
Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian seperti combine harvester, vertical dryer jagung, power thresher, pompa air, hingga traktor roda empat (TR4).
Agus menjelaskan, program irigasi perpompaan kini didukung teknologi geolistrik untuk memastikan keberadaan sumber air bawah tanah.
“Sekarang kami difasilitasi geolistrik dari APBN. Kedalamannya menyesuaikan hasil geolistrik, ada yang 70 meter, 80 meter, sampai 100 meter. Hampir dipastikan ada sumber air bawah tanah, sehingga peluang mendapatkan air menjadi jauh lebih besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan mampu memberikan manfaat bagi sekitar 1.100 hektare lahan pertanian.
Sementara itu, untuk mendukung petani tembakau, Dintanpan juga telah menyalurkan bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), meliputi 56 unit kultivator, 27 kendaraan roda tiga, 24 mesin perajang tembakau, serta 223 ton pupuk ZA.
“Karena petani tembakau sudah mulai beraktivitas di lapangan, bantuan kami dahulukan. Pupuk ZA juga mulai kami distribusikan dan insyaallah minggu depan sudah selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan petani,” ungkapnya.
Selain capaian Semester I, Dintanpan juga telah menyiapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan pada Semester II 2026 melalui APBD, di antaranya pembangunan dua embung, satu irigasi air tanah dangkal (IATD), satu jaringan irigasi, 68 paket Jalan Usaha Tani, serta embung partisipatif di sejumlah lokasi.
Agus berharap seluruh program tersebut mampu menopang target luas tanam padi hingga 55 ribu hektare pada 2026 sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harapan kami, seluruh infrastruktur yang dibangun ini benar-benar memberikan manfaat. Bukan sekadar membangun fisiknya, tetapi bagaimana petani bisa meningkatkan produksi, produktivitas, biaya usaha tani menjadi lebih efisien, dan pada akhirnya kesejahteraan petani Rembang ikut meningkat,” pungkas Agus Iwan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar











