REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang resmi membuka pendaftaran Beasiswa Prestasi Tahun 2026 bagi mahasiswa baru bagi putra putri daerah. Program beasiswa ini sekaligus mengakomodasi program Satu Desa Satu Sarjana.
Melalui program tersebut, Pemkab Rembang memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang berprestasi maupun berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Pendaftaran dibuka secara daring mulai 8 Juni hingga 30 Juli 2026 melalui laman resmi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang.
Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Achmad Solchan, menjelaskan bahwa konsep satu desa satu sarjana yang diusung Pemkab Rembang difokuskan pada upaya mengurangi kesenjangan jumlah sarjana antarwilayah desa.
Oleh karena itu, pemerintah menetapkan 11 desa dengan jumlah sarjana yang masih relatif rendah sebagai prioritas penerima program beasiswa tahun 2026.
Sebelas desa tersebut meliputi Desa Pakis di Kecamatan Sale, Logung dan Bogorejo di Kecamatan Sumber, Kajar di Kecamatan Gunem, Banyuurip dan Criwik di Kecamatan Pancur, Baturuno dan Gilis di Kecamatan Sarang, Blimbing di Kecamatan Sluke, Ngasinan di Kecamatan Kragan, serta Ngargomulyo di Kecamatan Lasem.
“Kenapa 11 desa, karena berdasarkan data Dinsos, desa-desa ini rata-rata baru memiliki sekitar 10 sarjana. Ini yang menjadi dasar kami untuk mengambil langkah penanganan terlebih dahulu,” jelasnya Kamis, 4 Juni 2026.
Meski demikian, program beasiswa tidak hanya diperuntukkan bagi 11 desa prioritas tersebut. Pemerintah tetap membuka kesempatan bagi seluruh warga Kabupaten Rembang yang memenuhi persyaratan.
Kuota untuk desa prioritas dan kuota umum dipisahkan agar tujuan pemerataan pendidikan dapat tercapai.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menyebut Beasiswa Prestasi Rembang 2026 mencakup bantuan biaya UKT atau biaya kuliah, bantuan biaya hidup setiap semester, serta pendampingan dan monitoring studi.
Program ini ditujukan bagi warga Kabupaten Rembang yang belum menikah, berusia maksimal 21 tahun saat pendaftaran, dan telah diterima sebagai mahasiswa baru jenjang D-IV atau S-1 di perguruan tinggi negeri di Pulau Jawa maupun perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang yang memiliki akreditasi minimal B.
Prestasi yang menjadi nilai tambah antara lain peringkat 1 sampai 10 di sekolah, juara tingkat kabupaten, provinsi, nasional, prestasi akademik maupun nonakademik, serta hafidz atau hafidzah Al-Qur’an.
“Prioritasnya yang tidak mampu, desil satu sampai lima, dan tentu yang berprestasi,” tegasnya.
Tahapan pendaftaran dimulai dengan seleksi administrasi pada 30 Juli hingga 4 Agustus 2026, tes tertulis pada 7 dan 8 Agustus, serta wawancara dan verifikasi pada 11 hingga 21 Agustus 2026.
Hasil seleksi akan diumumkan pada 2 September 2026 dan penyaluran beasiswa dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











